REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyayangkan berita 'liar' seputar keputusan ia mundur dari BGN. Nanik menegaskan kondisinya saat ini yang memang dalam keadaan sakit.
"Sehari kemarin kok berita berkembang demikian liar, saya hitung (yang ketemu) ada 3 media mainstream yang ngarang berita," ujar Nanik lewat akun Facebooknya, Kamis (23/7/2026).
Nanik mengaku saat ini sudah berada di negeri seberang untuk pengobatan sakit jantung. Ia pun mengunggah fotonya saat terbaring dan ditengok oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi ketika berada di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 10 Juli lalu.
"Jadi sebelum saya melakukan second opinion di negeri orang, saya sudah dirawat di sebuah RS di Jakarta selama satu minggu lebih," ujarnya.
Di RS, ia langsung melakukan CT Scan jantung dan tindakan katerisasi. Setelah itu disimpulkan ada penyumbatan tanggal 12 Juli 2026. "Saya langsung pamit mundur sebagai Kepala BGN ke Bang Dasco ( Wakil Ketua DPR) dan Mas Prasetyo Hadi (Mensesneg)," ujarnya.
"Curhat saya berhalaman-halaman ke mereka jadi kalau mau tau mengapa saya mundur dari BGN selain karena sakit, yang paling tau penyebabnya di dunia ini ya Bang Dasco."
Mengapa ia curhat ke Dasco? Nanik bilang karena petinggi Gerindra itu mungkin sedikit pejabat yang kalau ketemu tidak pernah bertanya dapur ( SPPG). Ini karena beliau tidak punya SPPG.
"Bahkan semua kebijakan 'radikal' yang saya ambil di BGN berkait moratorium SPPG, refocusing, penutupan SPPG dll pasti saya konsultasikan ke Bang Dasco."
"Saat saya pamit mundur tanggal 12 Juli itu, Bang Dasco bilang,'sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun. jawab beliau'," ujar Nanik.
Lihat postingan ini di Instagram




