Rabu 22 Jul 2026 14:51 WIB

Menlu Iran Aragchi Cerita Detik-Detik Hampir Terbunuh Bersama Khamenei Saat Dibom AS

Araghchi sedang melapor ke wakil kepala staf Khamenei ketika gedung diguncang bom.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Foto: POOL/EPA
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menceritakan bagaimana ia diselamatkan dari reruntuhan kompleks kepemimpinan setelah serangan udara AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei, pada hari pertama perang. Sejak itu ia bertahan hidup dengan terus berpindah-pindah di ibu kota, Teheran, menggunakan mobil.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Iran Javad Mogouyi, Araghchi membenarkan bahwa Israel dan AS memiliki informasi intelijen yang akurat tentang lokasi Khamenei dan pejabat lainnya, yang memungkinkan mereka untuk menargetkan kepemimpinan senior Iran.

Baca Juga

Araghchi pun mengaku belum bertemu dengan pemimpin baru tertinggi negara itu, putra Khamenei, Mojtaba. Namun, ia mengatakan bahwa pengangkatannya mengirimkan pesan sangat penting kepada dunia bahwa tidak akan ada perubahan dalam kebijakan dan cita-cita rezim Iran.

Berbicara kepada Mogouyi sebelum dimulainya kembali permusuhan besar-besaran 10 hari yang lalu, Araghchi mengatakan bahwa ia selalu meragukan bahwa negosiasi dengan AS awal tahun ini akan berhasil.

Namun ia mengatakan bahwa negosiasi tersebut diperlukan, meskipun hanya ada peluang keberhasilan 10% – terutama untuk memastikan tidak ada ruang untuk keraguan bahwa Iran telah mengejar diplomasi.

“Tidak seorang pun akan dapat mengatakan kepada kami bahwa itu adalah kesalahan kami,” katanya kepada the Guardian. 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi