Selasa 21 Jul 2026 22:22 WIB

Anggaran MBG akan Turun Lagi, BGN Diberikan Waktu Sebulan Lakukan Penyisiran

Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 62,7 juta.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Israr Itah
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (tengah).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) diberikan waktu satu bulan untuk melakukan penyisiran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, anggaran untuk program MBG kemungkinan besar akan kembali mengalami penurunan.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan untuk lembaganya melakukan perbaikan tata kelola program MBG. Salah satu tata kelola yang bakal dilakukan adalah melakukan penyisiran penerima manfaat.

Baca Juga

"Nah, kemarin saya sudah menjelaskan bahwa kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan," kata dia saat konferensi pers di Gedung BGN, Selasa (21/7/2026).

Ia menyebutkan, saat ini jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 62,7 juta. Namun, angka itu kemungkinan akan berkurang karena penyisiran masih terus dilakukan.

"Jadi nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 juta (penerima manfaat), itu saya yakin sebenarnya itu nanti akan otomatis mengikuti," kata Arumsari.

Ia mengungkapkan, penurunan jumlah penerima manfaat itu tentunya akan berdampak terhadap anggaran BGN. Namun, ia belum mau mengungkap penurunan anggaran terhadap program MBG.

"Yang jelas pasti akan turun. Jadi setelah nanti prosesnya selesai, itu angkanya tidak akan Rp 268 triliun lagi gitu, tapi tunggu sabar dulu mengenai angka," kata dia.

Ia menambahkan, Prabowo juga tidak lagi menetapkan target penerima manfaat dalam program MBG harus terus bertambah. Prabowo disebut hanya meminta BGN mengedepankan kualitas dalam pelaksanaan program tersebut.

"Beliau memahami betul bahwa ini tidak mudah bagi kami untuk membenahi yang kemarin itu, dan beliau sudah tahu juga permasalahannya. Jadi beliau tidak membuat target-target tertentu kepada kami," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi