Selasa 21 Jul 2026 06:21 WIB

Filipina dan China Bentrok di Laut China Selatan, 1 Prajurit Terluka

Kedua negara saling kecam atas insiden yang terjadi di dekat Ayungin Shoal.

Bentrokan antara Angkatan Laut Filipina melawan Penjaga Pantai China.
Foto: The Armed Forces of the Philippines.
Bentrokan antara Angkatan Laut Filipina melawan Penjaga Pantai China.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pemerintah Filipina pada Senin (21/7/2026), menuduh Penjaga Pantai China melakukan penyerangan terhadap seorang prajurit Angkatan Laut mereka selama insiden di dekat Ayungin Shoal yang dipersengketakan di Laut China Selatan. Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China secara agresif memukul dan melukai anggota Angkatan Laut dengan tongkat kayu.

Pemukulan itu pun meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan antara diplomat utama kedua negara pada pertemuan Menlu se-ASEAN di Manila pada pekan ini. Militer Filipina mengatakan seorang personel Angkatan Laut menderita cedera kepala serius setelah bentrok pada hari Senin dengan Penjaga Pantai China di Second Thomas Shoal, tempat negara Asia Tenggara itu memiliki pos militer.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan, Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat (NTF-WPS) mengatakan, konfrontasi terjadi sekitar pukul 09.15 waktu setempat. Hal itu terjadi ketika kapal Penjaga Pantai China 21560 mengerahkan perahu karet lambung kaku yang mendekati BRP Sierra Madre dari jarak dekat.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi