Kamis 16 Jul 2026 16:53 WIB

Mangkrak 28 Tahun, Prabowo Resmikan Proyek LNG Abadi Masela di Maluku

Menurut Bahlil, pengembangan proyek abadi Masela menelan investasi Rp 375,78 triliun.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan prosesi Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela secara hibrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto meresmikan prosesi Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela secara hibrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto meresmikan prosesi Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/7/2026). Peresmian secara hibrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Prabowo terhubung dengan lokasi groundbreaking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dari lokasi groundbreaking menyampaikan, acara hari ini, menjadi tonggak penting bagi proyek abadi Masela. Bahlil mengatakan, proses groundbreaking merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi sebagai pilar strategis pembangunan nasional.

Baca Juga

"Proyek ini sejak tahun 1998, dan ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian kita. Atas arahan dan dukungan Presiden, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan proyek Abadi Masela, berhasil mencapai tonggak penting pada hari ini," kata Bahlil dalam laporannya kepada RI 1.

Menurut dia, pengembangan proyek abadi Masela mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi. Dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 375,78 triliun, kata Bahlil, proyek abadi Masela akan memiliki kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

"Ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, atau setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari. Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita. Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor," ucap Bahlil.

Sementara Presiden Prabowo dalam sambutannya, menyampaikan, pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras yang membutuhkan persatuan semua elemen bangsa. Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan proyek abadi Masela yang telah ditunggu hampir tiga dekade lamanya harus segera terselesaikan.

"Proyek ini hampir tiga dekade tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Prabowo melalui sambungan video.

Bagi pemerintah, kata Prabowo, dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela bukan sekadar memulai sebuah proyek energi berskala besar, tetapi juga menjadi simbol percepatan hilirisasi. Juga, bentuk penguatan ketahanan energi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta komitmen untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Maluku dan kawasan timur Indonesia.

Selain itu, Prabowo menegaskan, proyek LNG Abadi Masela merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara industri modern. Karena itu, ia mengapresiasi semua yang terlibat, termasuk mitra investasi dari Jepang.

Dia memastikan, pemerintah RI berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan investor. Namun, semuanya tetap mengedepankan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama. Kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia itu kehormatan bagi tuan rumah. Tapi kita pun punya tanggung jawab kepada rakyat kita," kata Prabowo.

"Rakyat kita masih banyak yang hidupnya susah sehingga saudara-saudara, saya sebagai Presiden Republik Indonesia saya sebagai yang menerima mandat dari rakyat Indonesia, saya sekali lagi saya tegaskan jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan," ujar Prabowo menambahkan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi