REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan teknologi milik negara Rusia, Rostec, pada Rabu meluncurkan sistem perlindungan baru bernama Pautina yang dirancang untuk melindungi infrastruktur industri dari serangan pesawat nirawak (drone).
Sistem tersebut dikembangkan oleh RT-Project Technologies, anak perusahaan Rostec. Pautina menggunakan struktur logam modular yang membentuk jaring pelindung di sekitar fasilitas strategis untuk mencegat drone sebelum mencapai sasaran.
Rostec menyatakan Pautina mampu menghentikan drone berbobot hingga 200 kilogram yang melaju dengan kecepatan mencapai 250 kilometer per jam.
Menurut perusahaan, sistem ini dapat digunakan untuk melindungi berbagai objek vital, seperti lokasi penyimpanan minyak, terminal bahan bakar, gardu listrik, hingga gudang logistik.
Rostec menambahkan, Pautina saat ini tengah menjalani uji coba di sejumlah fasilitas sektor bahan bakar dan energi. Sistem tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan bagi bangunan dengan ketinggian lebih dari 25 meter serta dapat disesuaikan untuk berbagai ukuran fasilitas.
Peluncuran Pautina dilakukan di tengah meningkatnya intensitas serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah fasilitas penting, termasuk kilang minyak Omsk, kilang terbesar di Rusia, serta kilang minyak Moskow, menjadi sasaran serangan.
Menurut pejabat Rusia, serangan-serangan tersebut telah mengganggu pasokan energi domestik, memicu kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah, dan mendorong pemerintah memberlakukan pembatasan sementara ekspor beberapa produk minyak bumi.




