REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- --Fajri pemilik dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Jalan Mengger Rancamulya, Kabupaten Bandung mengaku syok setelah mendapati kabar kepala SPPG meninggal dunia dengan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Gedung Kings Shopping, Kota Bandung, Ahad (12/7/2026) kemarin. Ia mengatakan korban sejak tiga bulan terakhir menutup diri dan jarang berkomunikasi.
Ia mengenal sosok kepala SPPG pada September tahun 2025 lalu saat pertama kali membuka dapur buat Makan Bergizi Gratis (MBG) itu. Fajri mengenal korban sebagai sosok yang sering berkomunikasi dan sering bercanda.
"Cuma tiga bulan ke belakang agak beda agak tertutup. Ditanya, gak ada komunikasi apa apa. Justru sesuai tupoksi aja gak bisa diajak becanda dan komunikasi tertutup," ucap dia ditemui kantor SPPG Rancamulya, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Senin (13/7/2026).
Ia mengaku sering bertanya kepada korban apakah tengah menghadapi masalah. Akan tetapi jawabannya relatif sama bahwa korban tidak memiliki masalah apapun.
Namun, ia mengaku baru mengetahui kabar korban meninggal dunia dari pihak keluarga setelah menanyakan keberadaan korban. Ia mengatakan sejak dua pekan lalu handphone milik korban tidak aktif.
Lihat postingan ini di Instagram




