Senin 13 Jul 2026 14:38 WIB

Kepala SPPG Rancamulya Bandung Tewas Bunuh Diri di Pusat Perbelanjaan, Ini Kata Polisi

Korban tewas di pusat perbelanjaan Kings Shopping Center

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Lokasi dapur kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya Kabupaten Bandung yang dilaporkan tewas bunuh diri.
Foto: Fauzi Ridwan
Lokasi dapur kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya Kabupaten Bandung yang dilaporkan tewas bunuh diri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seorang pria (26 tahun) yang juga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya Kabupaten Bandung dilaporkan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kawasan pusat perbelanjaan Kings Shopping Center pada Ahad (12/7/2026) kemarin. Korban ditemukan tergantung di lantai 12 gedung parkiran.

Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani membenarkan telah terjadi peristiwa seorang pria yang mengakhiri hidupnya pada Ahad (12/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Selanjutnya, petugas dan Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga

"Pada hari Minggu pukul 06.30 kita menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut," ucap dia, Senin (13/7/2026).

Ia melanjutkan korban mengakhiri hidup dengan cara mengikat diri menggunakan tali di lantai 12 Kings Shopping Center. Sejumlah barang bukti diamankan seperti telepon genggam, sandal, kartu tanda penduduk hingga sepucuk surat tulisan tangan berisi permohonan maaf kepada keluarga.

"Jadi ada barang yang diamankan, handphone, sandal, KTP dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga," kata dia.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Berita Lainnya

Rekomendasi