REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Putaran arah di jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu selama ini kerap memakan korban. Kecelakaan berulang kali terjadi di titik lokasi tersebut.
Terakhir, kecelakaan maut terjadi pada Ahad (12/7/2026) siang yang melibatkan tiga kendaraan. Yakni, mobil pikap yang mengangkut belasan orang rombongan pengantin, truk wing box, dan truk los bak.
Dalam kecelakaan itu, 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka-luka. Seluruh korban berasal dari mobil pikap Gran Max bernopol E 8559 RB.
Berdasarkan pantauan Republika di lokasi kejadian, Senin (13/7/2026), sisa-sisa kecelakaan itu masih terlihat dengan adanya bekas darah berwarna merah yang telah mengering di atas jalan raya.
Titik lokasi putaran jalan itu terlihat memiliki beda ketinggian. Jalan dari arah Jakarta menuju Cirebon lebih rendah dibandingkan jalan dari arah sebaliknya. Karenanya, kendaraan dari arah Jakarta yang hendak berputar arah di putaran itu harus sedikit menanjak.
Seorang pemilik warung yang persis berada di seberang putaran jalan itu, Tarlam (65), mengatakan, putaran jalan itu sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kecelakaan terbanyak dialami oleh sepeda motor maupun mobil pribadi.
Lihat postingan ini di Instagram




