Kamis 09 Jul 2026 14:58 WIB

Bioteknologi UM Bandung Bekali Mahasiswa dengan Praktik, Riset dan Inovasi

Proses perkuliahan membentuk karakter mahasiswa agar siap masuki dunia kerja.

Universitas Muhammadiyah Bandung
Foto: ist
Universitas Muhammadiyah Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi tiap calon mahasiswa. Inilah yang dialami Nadzira Nurul Fadhilah.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung itu, pilihan jurusan sebaiknya tidak didasarkan pada tren semata. Tiap calon mahasiswa juga dapat mempertimbangkan potensi diri yang dapat dikembangkan dan prospek masa depan yang ditawarkan kampus.

Baca Juga

Nadzira mengatakan, Program Studi (Prodi) Bioteknologi UM Bandung menghadirkan pengalaman belajar yang menyeimbangkan teori dan praktik. Menurutnya, hampir setiap materi perkuliahan didukung dengan kegiatan praktikum di laboratorium sehingga mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu bioteknologi dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata.

"Di sini kami bukan cuma belajar dari buku. Hampir setiap materi didukung dengan praktikum, jadi konsep yang dipelajari langsung dipraktikkan. Selain itu, dosen juga memastikan mahasiswa benar-benar paham, bukan sekadar mengejar nilai," ujar dia di Kampus UM Bandung pada Kamis (9/7/2026).

Selain pembelajaran berbasis praktik, Nadzira menilai suasana akademik di Prodi Bioteknologi UM Bandung sangat mendukung pengembangan mahasiswa. Dosen tidak hanya mendampingi proses belajar di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga berbagai kompetisi ilmiah.

"Dosen selalu memberikan ruang untuk berkembang. Mau ikut PKM, penelitian, P2MW, atau lomba karya ilmiah, kami selalu didukung. Jadi, selama kuliah, kami benar-benar didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan," katanya.

Ia menambahkan, proses perkuliahan juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan terbiasa menghadapi tantangan. Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja.

Mahasiswa angkatan 2023 itu menjelaskan bahwa lulusan Bioteknologi memiliki prospek karier yang luas karena memperoleh bekal ilmu dari berbagai bidang, seperti mikrobiologi, genetika, biologi molekuler, kultur jaringan, teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan. Kompetensi tersebut membuka peluang untuk berkarier di industri farmasi, pangan, kesehatan, lingkungan, lembaga penelitian, maupun perusahaan berbasis bioteknologi.

photo
Mahasiswi UM Bandung - (ist)

Nadzira juga mengapresiasi budaya riset dan inovasi yang terus dikembangkan di Prodi Bioteknologi UM Bandung. Menurutnya, mahasiswa dibiasakan terlibat dalam penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan magang sejak masih menempuh pendidikan sehingga terbentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

"Kami diajak untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang membuat kuliah di Bioteknologi terasa seru sekaligus menantang," ungkapnya.

Di akhir wawancara, Nadzira mengajak calon mahasiswa untuk berani memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan passion. Ia menilai Bioteknologi merupakan pilihan yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang tertarik pada bidang biologi, kimia, kesehatan, lingkungan, pertanian, maupun teknologi.

"Kalau kamu suka sains dan ingin ilmunya benar-benar bisa diterapkan untuk membantu banyak orang, Bioteknologi adalah pilihan yang tepat. Apalagi Prodi Bioteknologi UM Bandung sudah terakreditasi Unggul, jadi kualitas pembelajaran, fasilitas, dan pengembangan mahasiswanya sudah terbukti. Jangan takut memilih Bioteknologi, karena peluang kariernya luas dan masa depannya sangat menjanjikan," tutupnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi