Kamis 09 Jul 2026 14:41 WIB

1.000 Lebih ASN di Jabar Terlibat Judol dengan Transaksi di Atas Rp 10 Miliar, Bekasi-Bandung Tinggi

Pemprov Jabar akan menyelesaikan secara internal di lingkungan ASN.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Warga melihat iklan judi online melalui gawainya di Bogor, Jawa Barat,  Rabu (26/6/2024). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus Ketua Satgas Judi Online, mengatakan 5 provinsi terbesar secara jumlah masyarakatnya yang sudah terpapar judi online berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah provinsi Jawa Barat (Jabar) yang paling tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,8 triliun.
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Warga melihat iklan judi online melalui gawainya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6/2024). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus Ketua Satgas Judi Online, mengatakan 5 provinsi terbesar secara jumlah masyarakatnya yang sudah terpapar judi online berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah provinsi Jawa Barat (Jabar) yang paling tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,8 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan 1.000 orang lebih aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Barat terlibat dalam judi online (judol) berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Nilai transaksi judol telah mencapai di atas Rp 10 miliar.

"Sakieu yeuh, numpuk (segini nih numpuk), banyak sekali ASN di Jawa Barat, terutama di kota-kota besar ya, di Bekasi, Bandung, dan sekitarnya, banyak sekali yang terlibat judol," ucap dia memeragakan dengan tangan tumpukan laporan di Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga

Ia melanjutkan, data itu diperoleh dari Kepala PPATK saat dilakukan kunjungan silaturahmi. Erwan mengaku berbicara dengan kepala PPATK dan disodorkan tentang kondisi ASN yang terlibat judol.

"Kang, hati-hati, Jawa Barat judolnya sudah sangat meresahkan, terutama ASN. Saya di situ kaget, dan saya langsung diberikan bukti by name by address," ucap dia menirukan perkataan kepala PPATK.

photo
Judi online lintas daerah dan profesi. - (Republika)

Ia mengaku tidak akan menyebutkan satu per satu ASN yang terlibat judol karena alasan privasi. Namun, pihaknya akan menyelesaikan secara internal di lingkungan ASN.

"Saya berharap kita segera menindaklanjutinya, para inspektorat di kota kabupaten untuk segera memanggil para ASN yang terlibat judol tersebut, memberikan sanksi ya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi