REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan 1.000 orang lebih aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Barat terlibat dalam judi online (judol) berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Nilai transaksi judol telah mencapai di atas Rp 10 miliar.
"Sakieu yeuh, numpuk (segini nih numpuk), banyak sekali ASN di Jawa Barat, terutama di kota-kota besar ya, di Bekasi, Bandung, dan sekitarnya, banyak sekali yang terlibat judol," ucap dia memeragakan dengan tangan tumpukan laporan di Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
Ia melanjutkan, data itu diperoleh dari Kepala PPATK saat dilakukan kunjungan silaturahmi. Erwan mengaku berbicara dengan kepala PPATK dan disodorkan tentang kondisi ASN yang terlibat judol.
"Kang, hati-hati, Jawa Barat judolnya sudah sangat meresahkan, terutama ASN. Saya di situ kaget, dan saya langsung diberikan bukti by name by address," ucap dia menirukan perkataan kepala PPATK.
Ia mengaku tidak akan menyebutkan satu per satu ASN yang terlibat judol karena alasan privasi. Namun, pihaknya akan menyelesaikan secara internal di lingkungan ASN.
"Saya berharap kita segera menindaklanjutinya, para inspektorat di kota kabupaten untuk segera memanggil para ASN yang terlibat judol tersebut, memberikan sanksi ya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata dia.




