Rabu 08 Jul 2026 15:28 WIB

Investor Dapur MBG di Daerah 3T Dikejar-kejar Rentenir, Tuntut Kejelasan BGN

Investor menilai butuh dana tak sedikit untuk membangun dapur SPPG.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah massa melakukan aksi mendukung program MBG di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Foto: Bayu Adji Republika
Sejumlah massa melakukan aksi mendukung program MBG di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan massa melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026). Aksi itu dilakukan untuk meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan.

Ketua Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Daerah 3T (APGI 3T), Herwil Junaidi Harefa, mengatakan salah satu tuntutan aksi itu adalah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengoperasikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah 3T segera dioperasikan. Pasalnya, sudah ada ribuan dapur MBG di daerah 3T yang tak kunjung beroperasi.

Baca Juga

"Sampai sekarang, dapur SPPG kami itu terbengkalai. Bahkan kami jaga, kami bayar internet, kami bayar listriknya," kata dia saat melakukan aksi, Rabu siang.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 6.000 dapur MBG yang sudah berdiri di daerah 3T. Dari total ribuan dapur itu, sebanyak 645 dapur MBG sudah mendapatkan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan BGN.

Bahkan, seluruh sarana dan prasarana di ratusan dapur itu juga telah tersedia. Namun, hingga kini dapur-dapur tersebut tak kunjung beroperasi.

"Jangan dong kami menerima akibat daripada orang-orang lama yang kami tidak tahu sebenarnya juntrungannya di mana. Harusnya daerah-daerah tertinggal ini diutamakan, apalagi kami sudah banyak utang ini," kata dia.

Herwil mengungkapkan, dapur-dapur itu tidak dibangun menggunakan APBN, melainkan dana investor. Sementara itu, tidak semua investor menggunakan dana pribadi dalam membangun dapur.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi