Rabu 08 Jul 2026 14:47 WIB

Jabar Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir, 'Jangan-Jangan Jateng Jadi Provinsi Solo, Misalnya'

Penamaan berdasar identitas budaya dikhawatirkan picu gesekan.

Rep: Noor Alfian Choir/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf ketika ditemui di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).
Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf ketika ditemui di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengingatkan usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda perlu dipertimbangkan secara matang.

Menurutnya, penamaan yang hanya merujuk pada satu identitas budaya dikhawatirkan memunculkan gesekan dengan kelompok budaya lain di Jawa Barat.

Baca Juga

Dede mengingatkan Jawa Barat memiliki pengalaman pemekaran wilayah, seperti berdirinya Provinsi Banten, serta munculnya berbagai usulan pembentukan provinsi baru.

“Jadi dulu Jawa Barat kan ada Banten. Banten berdiri sendiri, ya. Nah, lalu kemudian kita tuh dulu pernah banyak yang seperti kayak Provinsi Cirebon mau memisahkan diri, Provinsi Bogor Raya mau memisahkan diri. Nah, sangat sulit, sangat sulit untuk menyatukan kembali, salah satunya adalah dengan memberi ruang kepada kebudayaan-kebudayaan yang lain,” katanya.

Menurutnya, penggunaan nama yang hanya mengacu pada satu budaya dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, ia merasa pergantian nama belum perlu dilakukan. 

Nah sehingga, kalau kita berbicara hanya satu nama saja, penamaan nama yang berkonteks kepada kebudayaan, mungkin ini nanti akan menyebabkan  mulai ada gesekan-gesekan. Jadi menurut kami di sini konteksnya adalah belum belum perlu saat ini untuk membuat nama baru dari provinsi,” katanya.

Dede juga memberi contoh apabila perubahan nama provinsi berdasarkan identitas budaya diterapkan di daerah lain. Misal kalau Jawa Tengah nanti juga ikut berubah nana. 

“Artinya nanti jangan-jangan Jawa Tengah jadi berubah jadi Provinsi Solo misalnya, atau apa kan kita enggak tahu juga. Jadi sebaiknya tetap saja dulu. Tapi itu kan silakan, itu kan di daerah. Yang jelas belum ada masukan ke Komisi II,” katanya mengakhiri.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menilai wacana itu akan memicu sentimen kesukuan. Pasalnya, tidak semua wilayah Jabar hari ini memiliki kultur suku Sunda, seperti wilayah Pantura, Depok, dan Bekasi.

"Jabar jadi Sunda akan menimbulkan sentimen kesukuan di Jabar. Cirebon, Pantura, Bekasi, Depok, itu kulturnya bukan Sunda atau sudah bukan Sunda lagi," kata dia ketika dihubungi Republika, Selasa (7/7/2026).

 

Berita Lainnya

Rekomendasi