Selasa 07 Jul 2026 08:17 WIB

Forum Ponpes Indramayu Tolak Nama Jawa Barat Diganti Tatar Sunda, Sebut Dapat Picu Keretakan

Demografis Jawa Barat dinilai bukan hanya dari Suku Sunda.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Teguh Firmansyah
Drama musikal Pajajaran Gugat dalam rangkaian  Milangkala Tatar Sunda, di Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (17/5/2026). Acara kolosal tersebut menampilkan sejumlah artis ternama dengan sejumlah pesan kehidupan dari masa kejayaan hingga runtuhnya kerajaan Pajajaran, di maksudkan dapat menyerap hal-hal baik di masa lalu untuk kehidupan masa depan.
Foto: Edi Yusuf
Drama musikal Pajajaran Gugat dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda, di Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (17/5/2026). Acara kolosal tersebut menampilkan sejumlah artis ternama dengan sejumlah pesan kehidupan dari masa kejayaan hingga runtuhnya kerajaan Pajajaran, di maksudkan dapat menyerap hal-hal baik di masa lalu untuk kehidupan masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda yang tengah bergulir di DPRD Provinsi Jawa Barat, terus menuai gelombang penolakan. Salah satunya disampaikan oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu.

Ketua FPP Kabupaten Indramayu, KH Azun Mauzun, menegaskan, bahwa identitas 'Jawa Barat' sudah mengakar kuat dalam sejarah bangsa. "Kami dari Forum Pondok Pesantren Kabupaten Indramayu menolak keras rencana perubahan nama tersebut," ujar Azun, Senin (6/7/2026).

Baca Juga

Azun menilai, nomenklatur Jawa Barat bukan sekadar penanda administratif wilayah di Pulau Jawa. Namun, nama tersebut juga mengandung nilai historis, kekayaan budaya, rekam jejak perjuangan, serta semangat kebersamaan yang telah merajut kehidupan masyarakatnya. 

Azun pun mengingatkan realitas demografis Jawa Barat yang sangat plural, tidak hanya dihuni oleh suku Sunda.

"Perubahan nama ini rawan memicu keretakan antara masyarakat bersuku Sunda dan Jawa. Harus diingat, Jawa Barat itu heterogen, ada masyarakat Jawa juga di dalamnya. Jadi, sama sekali tidak ada urgensinya mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda," tuturnya.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi