Selasa 30 Jun 2026 18:59 WIB

Taruna Akmil Dilibatkan Latih Siswa Sekolah Rakyat, PGRI Bertanya-tanya, Mengapa Bukan Guru?

Proses pendidikan dinilai butuh pemahaman pedagogi yang jadi dasar belajar.

Rep: Alfian/ Red: Teguh Firmansyah
 Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 08 Cimahi sedang melakukan kegiatan di kelas.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/Republika
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 08 Cimahi sedang melakukan kegiatan di kelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menilai pelibatan guru dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat akan lebih tepat dibanding pihak di luar profesi pendidik. Hal tersebut menanggapi, penugasan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) untuk melatih siswa-siswa Sekolah Rakyat (SR).

Meski mengaku belum membaca detail kebijakan tersebut, Unifah menekankan guru memiliki kompetensi yang memang dipersiapkan untuk mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik.

Baca Juga

“Saya belum baca beritanya, tapi aku berharap, kan guru banyak. Kalau dilakukan sama guru jauh lebih baik daripada orang lain yang belum tentu kompetensinya,” kata Unifah saat dihubungi Republika, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, proses pendidikan membutuhkan pemahaman pedagogi yang menjadi dasar dalam kegiatan belajar mengajar. Ia menilai keterlibatan guru tetap perlu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan karena tenaga pendidik memiliki kompetensi untuk mendampingi perkembangan dan proses belajar anak.

“Ngerti tentang pedagogi, tapi pengerahan itu saya belum tahu yang pasti ya. Mengarahkan guru kerja pasti lebih baik ya, karena memang dididik untuk mengembangkan potensi anak didik gitu ya,” katanya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi