Selasa 30 Jun 2026 17:52 WIB

Menteri AS ‘Menari Bahagia’ Berhasil Curangi Iran di Piala Dunia

Timnas Iran mengalami berbagai pembatasan oleh pemerintah AS.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin.
Foto: Departemen Pertahanan Dalam Negeri AS
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Seorang pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat menyatakan dirinya "sangat senang" karena Iran tersingkir dari Piala Dunia. Ia menyatakan menari kegirangan karena bisa kembali mencabut visa para pemain Iran.

"Saya hanya senang mereka sudah selesai dan tidak akan kembali lagi," ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, dilansir USA Today pada Senin waktu AS. "Saya sangat gembira saat kami bisa mencabut visa mereka... Saya mungkin sempat menyanyikan satu atau dua lagu, atau bahkan menari kegirangan."

Baca Juga

Keikutsertaan Iran dalam putaran final sempat tidak pasti pada bulan-bulan menjelang turnamen, setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke negara tersebut pada bulan Februari. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, beserta para pemainnya berulang kali mengeluhkan perlakuan pemerintah AS terhadap mereka di Piala Dunia ini.

Tim Melli awalnya berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai lokasi pemusatan latihan mereka, namun terpaksa memindahkannya ke Tijuana, Meksiko, pada saat-saat terakhir akibat pembatasan yang diberlakukan pemerintah AS. Sejumlah anggota delegasi Iran—termasuk presiden federasi sepak bolanya—ditolak permohonan visanya, begitu pula dengan anggota keluarga dan para penggemar mereka.

Ketiga pertandingan mereka dimainkan di AS—dua pertandingan pertama di Los Angeles dan pertandingan terakhir di Seattle. Salah satu keluhan Iran selama Piala Dunia adalah adanya ketentuan dari pihak berwenang yang mengharuskan mereka segera pergi setelah setiap pertandingan usai.

Iran menyampaikan keluhan mereka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, yang mengunjungi tim di ruang ganti usai pertandingan pertama mereka. "Dia bilang ini baru permulaan. Padahal, fase grup berakhir besok," ujar penyerang Mehdi Taremi setelah pertandingan terakhir fase grup Iran—yang berakhir imbang melawan Mesir pada Jumat, (26/6/2026).

photo
Para pemain Iran berkumpul di lapangan sebelum pertandingan fase grup Piala Dunia FIFA 2026 antara Mesir dan Iran di Seattle, AS, 26 Juni 2026. - ( EPA/STEPHEN BRASHEAR)

"Kami menyukai Tijuana. Tempatnya sangat bagus. Penduduknya sangat rendah hati. Kami menyukai mereka," kata Taremi. "Namun, sebagai pemain profesional dalam kompetisi profesional, hal ini tidaklah tepat... Menurut pendapat kami, ini tidak adil."

Iran nyaris lolos ke babak 32 besar setelah bermain imbang dalam ketiga pertandingan fase grup, namun kemenangan atas Mesir di laga terakhir mereka digagalkan oleh keputusan offside yang sangat tipis.

Tim Melli gagal melaju ke babak gugur setelah hasil imbang 3-3 antara Aljazair dan Austria menutup kans Iran mendapat satu dari delapan slot tim peringkat ketiga.

Berita Lainnya

Rekomendasi