Senin 29 Jun 2026 19:55 WIB

Renggut 5 Nyawa, Latsarmil untuk KDMP dan KNMP Dihentikan? Ini Jawaban Kemenhan

Komnas HAM merekomendasikan agar pemerintah menyetop latsarmil.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menghargai masukan sejumlah pihak mengenai Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kemhan memastikan siap mengevaluasi penyelenggaraan Latsarmil.

"Kemhan tentu menghormati masukan dari Komnas HAM, Ombudsman RI, maupun berbagai pihak sebagai bagian dari evaluasi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Republika, Senin (29/6/2026).

Baca Juga

Salah satu masukan ialah penghentian latsarmil karena sudah jatuh banyak korban.

Rico menjelaskan Kemenhan merupakan bagian dari panitia penyelenggara Latsarmil. Sehingga Rico mensinyalkan penghentian Latsarmil bukan semata keputusan Kemenhan.

"Perlu kami sampaikan bahwa Kementerian Pertahanan merupakan bagian dari Panitia Seleksi Nasional Program SPPI KDKMP/KNMP. Karena itu, terkait keberlanjutan, penghentian sementara, maupun penyesuaian program, Kemenhan akan mengikuti keputusan dan arahan Panselnas," ujar Rico.

Ketimbang menyetop Latsarmil, Rico menyatakan fokusnya mengevaluasi Latsarmil. Saat ini salah satu langkah evaluasi yang dilakukan adalah penyesuaian pendekatan kegiatan, termasuk perubahan terminologi dari Latsarmil menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

"Penyesuaian juga dilakukan dengan mengurangi kegiatan fisik dan taktis yang bernuansa militer, memperkuat pengawasan kesehatan, serta menyesuaikan kegiatan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil," ujar Rico.

Berita Lainnya

Rekomendasi