Senin 29 Jun 2026 17:14 WIB

Mendagri Bantah 2 Desa di Nunukan Gabung Malaysia, Akui Hilang Sebagian Tanah, tapi RI Lebih Untung

Tito sebut ada 5.700 hektar lahan yang masuk ke wilayah Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian
Foto: Setpres
Mendagri Tito Karnavian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan bahwa isu terkait dua desa di Nunukan, Kalimantan Utara, yang masuk menjadi wilayah Malaysia adalah kabar tidak benar.

Pada saat rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, Tito tak menampik isu yang berkembang di publik seolah-olah Indonesia telah kehilangan dua desa tersebut.

Baca Juga

Padahal, menurut dia, desa-desa tersebut masih masuk ke wilayah Indonesia dan yang hilang hanyalah sebagian tanahnya. Sebaliknya, Indonesia pun justru mendapatkan lebih banyak bagian tanah.

"Kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia. Bukan seperti itu," kata Tito.

Menurut dia, permasalahan batas di Pulau Sebatik memang menjadi permasalahan lama sejak adanya sengketa antara Belanda dan Inggris ketika menjajah. Namun kini kondisi di lapangan tidak demikian.

Dia mengatakan persoalan lama tersebut terus diselesaikan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingga lembaga-lembaga terkait lainnya.

 

 

 

Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi