Jumat 26 Jun 2026 11:24 WIB

Gelombang Panas Italia Tekan Aktivitas Ekonomi, Lima Orang Tewas

Cuaca ekstrem di Italia mulai menekan aktivitas ekonomi sekaligus memicu korban jiwa.

Sebuah termometer jalanan menunjukkan angka 44 derajat Celsius di Bilbao, wilayah Basque, Spanyol utara, pada 24 Juni 2026. Suhu di kota tersebut diperkirakan akan mencapai hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.
Foto: EPA
Sebuah termometer jalanan menunjukkan angka 44 derajat Celsius di Bilbao, wilayah Basque, Spanyol utara, pada 24 Juni 2026. Suhu di kota tersebut diperkirakan akan mencapai hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Gelombang panas dahsyat yang mendera Italia menewaskan lima orang dan memaksa otoritas negara itu memperluas peringatan panas tingkat tertinggi ke 18 kota untuk Jumat (26/6) dari 17 kota pada Kamis (25/6). Di antara para korban jiwa itu adalah dua petani di provinsi utara Lodi dan Piacenza, seorang tunawisma di Napoli, dan seorang pria yang meninggal di pemakaman di Garlasco dekat Pavia di wilayah Lombardy, lapor ANSA news.

Italia terus mengalami suhu panas sangat tinggi yang memengaruhi sebagian besar wilayah negara itu.

Baca Juga

Keputusan itu diambil setelah komite teknis yang dipimpin Menteri Kesehatan Orazio Schillaci bertemu pada Kamis (25/6) untuk membahas langkah-langkah tambahan untuk mengatasi panas ekstrem.

Genoa ditambahkan ke daftar kota yang berada di bawah peringatan merah, bergabung dengan Roma, Milan, Florence, Venesia, Turin, Bologna, Bari, Ancona, Bolzano, Brescia, Frosinone, Latina, Perugia, Pescara, Rieti, Verona, dan Viterbo.

Peringatan merah menunjukkan kondisi cuaca yang cukup parah sehingga menimbulkan risiko kesehatan tidak hanya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis, tetapi juga bagi individu yang sehat.

Gelombang panas juga mengganggu situs budaya dan layanan publik. Galeri Uffizi di Florence mengatakan penjualan tiket akan tetap ditangguhkan hingga setidaknya 28 Juni setelah kerusakan sistem pendingin udara memaksa museum untuk menghentikan penerimaan pengunjung.

Rumah Juliet berlantai dua, salah satu objek wisata paling populer di Verona, akan ditutup bagi para pengunjung mulai Jumat (26/6) karena panas dan kepadatan pengunjung. Sidang pengadilan juga ditangguhkan di Kota Palermo di selatan karena suhu yang tinggi.

Di Milan, wisatawan terlihat membawa payung dan kipas tangan sambil mencari pelindungan dari panas di dekat air mancur di sekitar Katedral Duomo yang menjadi ikon kota.

Media lokal juga melaporkan peningkatan 20 persen dalam penerimaan di ruang gawat darurat di seluruh wilayah Lombardy seiring intensifikasi gelombang panas.

Ahli meteorologi memperkirakan suhu akan mencapai puncaknya pada akhir pekan.

Italia termasuk di antara beberapa negara Eropa yang mengalami peningkatan suhu di awal musim panas.

photo
Seseorang meminum air dari pancuran umum saat gelombang panas melanda Milan, Italia, pada 24 Juni 2026. Gelombang panas ekstrem terus berlangsung di Eropa Barat dan Tengah, mendorong suhu jauh melampaui angka normal untuk pertengahan bulan Juni. - (EPA)

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi