REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membantah kabar yang menyebutkan sekitar 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak melakukan daftar ulang. Kemdiktisaintek memastikan informasi tersebut tidak tepat.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Khairul Munadi merespons beredarnya informasi liar soal puluhan ribu calon mahasiswa jalur SNBP tak melakukan daftar ulang. "Itu tidak benar ya mas," kata Khairul kepada Republika, Rabu (24/6/2026).
Bantahan serupa disampaikan oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok. Eduart menyatakan data itu tidak hanya berasal dari peserta SNBP, tapi gabungan dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru.
"Tidak benar. 60 ribuan itu yang tidak daftar ulang semua jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri," ujar Eduart.
Eduart mengungkapkan para peserta yang sudah lolos SNBP tapi memilih tidak mendaftar ulang karena jurusan yang lolos tidak sesuai minatnya. Sehingga Eduart menemukan mereka memilih menempuh jalur seleksi atau kampus lain.
"Itu alasan paling banyak karena tidak sesuai minat," ucap Eduart.




