Rabu 24 Jun 2026 18:58 WIB

Israel Masih Terus Lakukan Genosida di Gaza, Targetkan Anak-Anak Palestina

Bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh.

Seorang anak Palestina menangis ketika berdesakan saat antre untuk mendapatkan bantuan makanan di titik distribusi makanan di Kota Gaza, Ahad (20/7/2025) waktu setempat. Dalam 24 jam terakhir, 18 orang meninggal di Gaza karena kelaparan, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Sedikitnya 86 orang di Gaza, termasuk 76 anak-anak dan 10 orang dewasa, meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi menyusul blokade israel. Saat ini nyaris seluruh warga Gaza telah terdampak kelaparan ekstrem. Program Pangan Dunia mengatakan hampir satu dari tiga orang di Gaza tidak makan selama berhari-hari, dan ribuan orang berada di ambang kelaparan yang parah.
Foto: Ahmed Jihad Ibrahim Al-arini/Anadolu via Reut
Seorang anak Palestina menangis ketika berdesakan saat antre untuk mendapatkan bantuan makanan di titik distribusi makanan di Kota Gaza, Ahad (20/7/2025) waktu setempat. Dalam 24 jam terakhir, 18 orang meninggal di Gaza karena kelaparan, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Sedikitnya 86 orang di Gaza, termasuk 76 anak-anak dan 10 orang dewasa, meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi menyusul blokade israel. Saat ini nyaris seluruh warga Gaza telah terdampak kelaparan ekstrem. Program Pangan Dunia mengatakan hampir satu dari tiga orang di Gaza tidak makan selama berhari-hari, dan ribuan orang berada di ambang kelaparan yang parah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Salah satu komisi pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa otoritas dan pasukan keamanan Israel terus melakukan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang terhadap warga Palestina serta dengan secara sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza. Dalam laporan terbarunya pada Selasa (23/6/2026), Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel, menyatakan bahwa skala serta sifat sistematis operasi militer Israel telah mengakibatkan kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan anak-anak Palestina.

Komisi tersebut menyatakan telah menemukan bukti bahwa anak-anak Palestina secara sengaja menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan Israel. Penargetan terhadap anak-anak itu disebut sebagai salah satu unsur utama dalam membuktikan adanya niat genosida.

Baca Juga

“Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja telah menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel,” kata Ketua Komisi, Srinivasan Muralidhar.

“Bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh dan terluka parah, dengan Israel yang tetap mengabaikan gencatan senjata serta perlindungan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak Palestina berdasarkan hukum internasional,” tambahnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa anak-anak Palestina telah mengalami penderitaan fisik dan psikologis yang parah, termasuk trauma, menjadi yatim piatu, pengungsian berulang kali, kelaparan, serta runtuhnya layanan kesehatan dan pendidikan.

Komisi itu juga menuduh otoritas Israel melakukan penyiksaan, penganiayaan berat, dan kekerasan seksual terhadap anak-anak Palestina yang menjalani penahanan.

Menurut laporan tersebut, serangan terhadap fasilitas perawatan pada ibu yang baru melahirkan dan bayi yang baru dilahirkan (maternitas dan neonatal), ditambah dengan kelaparan akibat blokade, telah mengancam kelangsungan hidup bayi baru lahir serta berkontribusi terhadap meningkatnya kasus keguguran, cacat lahir, dan risiko kesehatan jangka panjang.

Menyerukan pertanggungjawaban, komisi tersebut mendesak Israel untuk mengakhiri pelanggaran terhadap anak-anak Palestina dan meminta komunitas internasional untuk memenuhi kewajiban hukumnya, menghentikan permusuhan, serta memastikan keadilan bagi para korban.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya

Rekomendasi