REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan, ia ditelepon Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese yang meminta kesediaan Indonesia untuk menjual pupuknya ke Australia. Alasannya, kata dia, kareba Indonesia memiliki surplus pupuk.
"Saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor. Kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia. Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual (pupuk) ke mereka," kata Prabowo saat acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/6/2026) siang WITA.
"Saya bilang: Jual! Kirim ke mereka! Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita, silakan. Asal harganya bener, ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman). Petani jangan rugi," ucap Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan.
Dalam acara tersebut, RI 1 kembali mengumumkan Indonesia telah mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras. Hal itu terjadi hanya dalam periode setahun lebih pemerintahannya.
"Saya merasa bersyukur, kita swasembada pangan. Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri, dan ini adalah akibat kerja keras saudara-saudara sekalian," ucap Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada puluhan ribu petani dan nelayan yang memadati GOR David-Tony di Gorontalo pada Rabu. Pun ia berterima kasih kepada sejumlah organisasi petani dan nelayan.
Selain itu, juga kepada jajaran pejabat negara yang mengurusi pertanian, kelautan dan perikanan. Di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Hanya di Indonesia, polisi ngurus pertanian. Hanya, mungkin di Indonesia, tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia, Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia, Angkatan Udara tanam tebu. Tetapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat. Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," ujar Prabowo.




