Senin 22 Jun 2026 20:15 WIB

Kesaksian Penjaga Kos: Korban YTR Sejak Ngekos Sudah Sakit dan Dipapah, 3 Bulan Dikunci dari Luar

Pelaku datang ke kosan dengan mengaku membawa istri

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Foto Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) yang menjadi korban penyekapan di Bandung.
Foto: Fauzi Ridwan
Foto Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) yang menjadi korban penyekapan di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aksi TH diduga menganiaya Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) hingga mengalami kebutaan dilakukan tanpa diketahui oleh tetangga kosan atau penjaga kosan selama tiga bulan di Gang Masjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pelaku mengunci korban dari luar tiap hendak bepergian dan tidak membiarkannya bergerak.

Namun, aksi pelaku akhirnya terbongkar saat korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat. Meski begitu, saat pelaku mengantar Yuvita ke rumah sakit, ia berpura-pura sebagai saudara korban yang mengantar karena keluarganya tidak ada yang peduli.

Baca Juga

Penjaga kosan Resa Rohendi bercerita awal mula pelaku mengontrak di kosan tersebut. Pada 9 Maret sore lalu, pelaku datang ke kosan seperti orang yang sudah kenal dekat dan ingin mengontrak di kosan tersebut.

Saat itu, ia mengungkapkan pelaku datang bersama perempuan yang disebutnya sebagai istri. Namun, perempuan yang kini diketahui sebagai korban tidak masuk ke dalam dan menunggu di parkiran dengan menggunakan masker dan hoodie sehingga tidak terlihat raut mukanya.

"Bu, saya ke sini mau ngekos minta tolong juga soalnya istri saya lagi dalam keadaan sakit," ucap dia menirukan perkataan pelaku, Senin (22/6/2026).

Ia mengaku sempat menyarankan agar istrinya diajak masuk ke dalam area kosan karena kasihan. Namun, pelaku menolak dan menyebut korban sudah terbiasa menunggu di luar parkiran.

Setelah obrolan itu, Resa menuturkan pelaku membayar uang kosan. Namun, pihaknya pun meminta agar pelaku memperlihatkan surat nikah.

Akan tetapi, pelaku berdalih tidak membawanya dan berjanji akan memperlihatkanya saat sudah membawanya dari rumah kelahirannya di Nagreg dan akan dikirim melalui pesan WhatsApp.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi