REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nama Lamine Yamal kembali menghiasi lembar sejarah sepak bola dunia. Di tengah kemenangan Spanyol atas Arab Saudi pada laga Grup H Piala Dunia 2026, bintang muda Barcelona itu tidak hanya membantu La Roja meraih tiga poin penting, tetapi juga menempatkan dirinya di antara para legenda yang mencetak gol pada usia sangat muda di panggung terbesar sepak bola.
Bermain di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Yamal membuka keunggulan Spanyol saat pertandingan baru berjalan 11 menit. Winger berusia 18 tahun itu menyambut umpan silang mendatar Mikel Oyarzabal dengan penyelesaian sederhana dari jarak dekat yang gagal dihentikan kiper Arab Saudi.
Gol tersebut mungkin tidak masuk kategori spektakuler. Namun, nilainya jauh melampaui keindahan sebuah penyelesaian akhir. Pada usia 18 tahun 343 hari, Yamal resmi menjadi pencetak gol termuda ketujuh dalam sejarah Piala Dunia.
Catatan itu menempatkannya di atas sejumlah nama besar yang kemudian menjelma menjadi ikon sepak bola dunia. Salah satunya adalah Lionel Messi yang mencetak gol Piala Dunia pertamanya saat berusia 18 tahun 357 hari.
Berdasarkan data FIFA, daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia masih dipimpin legenda Brasil, Pele. Sang Raja Sepak Bola mencetak gol pada usia 17 tahun 239 hari dan hingga kini rekor tersebut belum tergoyahkan.
Di bawah Pele terdapat nama Manuel Rosas dari Meksiko, Gavi dari Spanyol, Michael Owen dari Inggris, Nicolae Kovacs dari Rumania, dan Dmitri Sychev dari Rusia. Setelah Yamal, daftar tersebut dilengkapi oleh Messi, Julian Green dari Amerika Serikat, serta Divock Origi dari Belgia.
Pencapaian Yamal menjadi semakin istimewa karena ia datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal. Pada pertandingan pembuka melawan Tanjung Verde, pemain Barcelona itu hanya tampil dari bangku cadangan karena baru pulih dari cedera paha.
Namun kepercayaan pelatih Spanyol untuk menurunkannya sebagai starter saat menghadapi Arab Saudi langsung dibayar lunas. Kecepatan, kreativitas, dan keberaniannya dalam menyerang membuat pertahanan lawan terus berada dalam tekanan sejak menit-menit awal pertandingan.
Gol ke gawang Arab Saudi sekaligus mempertegas posisi Yamal sebagai salah satu wajah baru sepak bola dunia. Di usia yang masih sangat muda, ia bukan lagi sekadar talenta menjanjikan, melainkan pemain yang sudah mampu menentukan jalannya pertandingan di panggung sekelas Piala Dunia.
Jika banyak pemain besar memulai kisah kejayaan mereka dari gol pertama di Piala Dunia, maka yang dicatat sejarah dari Atlanta bukan hanya kemenangan Spanyol. Malam itu juga menjadi penanda bahwa generasi baru sepak bola dunia telah tiba, dan salah satu pemimpinnya bernama Lamine Yamal.




