REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan wajah baru Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Ahad (21/6/2026) pagi. Di kawasan yang telah selesai dilakukan penataan itu kini tidak lagi terdapat tiang-tiang mangkrak proyek monorel.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, proses penataan itu dimulai dengan membongkar seratusan tiang monorel yang selama ini mangkrak di kawasan itu sejak Januari 2026. Setelah itu, pihaknya melakukan penataan trotoar dan jalan di jalan sepanjang 3,8 kilometer tersebut.
"Yang pertama, secara resmi Jalan Rasuna Said yang telah selesai direnovasi dengan panjang 3,8 kilometer, 109 tiang yang dipotong, secara resmi hari ini kita resmikan dan kita operasikan," kata dia di kawasan Rasuna Said, Ahad pagi.
Pramono mengungkapkan, penataan kawasan Rasuna Said itu merupakan mandat dari mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso alias Bang Yos. Pasalnya, proyek monorel yang akhirnya mangkrak itu dimulai para era Bang Yos memimpin Jakarta.
Meski begitu, mangkraknya proyek itu bukan merupakan kesalahan Bang Yos. Proyek pembangunan monorel tidak berlanjut karena adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat yang akhirnya membangun LRT Jabodebek.
"Jadi bukan salah di beliau (Bang Yos). Seribu persen bukan salah beliau karena perubahan kebijakan," kata Pramono.
Menurut dia, keberadaan tiang itu tak kunjung dibenahi setelah mangkrak bertahun-tahun. Karena itu, ia bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah itu.
"Dan itulah yang kemudian menjadi tanggung jawab siapa pun yang jadi gubernur dan kebetulan saya menjadi gubernur, saya bilang sama Bang Yos, 'Bang, bismillah akan saya selesaikan', dan alhamdulillah hari ini selesai," kata dia.




