REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Amerika Serikat dan Australia akan menjalani salah satu pertandingan paling menentukan di Grup D Piala Dunia 2026 saat berhadapan di Lumen Field, Seattle, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan dan kini berpeluang mengamankan tiket ke babak gugur lebih cepat.
Di atas kertas, Amerika Serikat lebih diunggulkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Mauricio Pochettino baru saja menunjukkan kekuatan mereka lewat kemenangan 4-1 atas Paraguay pada laga pembuka. Namun, sang pelatih justru memilih meredam euforia dan mengalihkan perhatian pada satu hal yang menurutnya menjadi kekuatan terbesar Australia, yakni kepercayaan diri.
Pochettino menilai Socceroos adalah contoh tim yang memahami identitas permainan mereka dan menjalankannya dengan penuh kepercayaan diri.
"Mereka adalah tim yang sangat kuat, benar-benar percaya pada apa yang mereka lakukan," kata Pochettino, dikutip dari ESPN, Jumat (19/6/2026).
Menurut pelatih asal Argentina itu, keyakinan menjadi faktor yang sering kali membedakan tim biasa dengan tim yang mampu membuat kejutan di turnamen besar. Karena itu, ia berharap Amerika Serikat dapat menunjukkan mentalitas yang sama ketika menghadapi Australia.
"Kami juga harus percaya dengan cara yang sama. Karena saya pikir keyakinan adalah hal yang paling penting dalam sepak bola. Jika Anda tidak percaya, akan sangat sulit untuk tampil baik," ujarnya.
Percaya diri
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Australia datang ke Seattle dengan kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan Turki 2-0 pada pertandingan pertama. Kemenangan itu sekaligus membungkam berbagai prediksi yang menempatkan Socceroos sebagai tim yang paling tidak diunggulkan di Grup D.
Pelatih Australia Tony Popovic menyebut hasil tersebut sebagai buah dari proses panjang yang dibangun timnya selama beberapa bulan terakhir. Ia melihat perkembangan yang signifikan, baik dari sisi individu maupun kolektif.
"Kami telah melihat evolusi tim ini, pertumbuhan tim ini. Kami melihat para pemain semakin matang secara individu, tetapi juga mampu bertindak sebagai satu kesatuan," kata Popovic.
View this post on Instagram




