REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Swiss dan Bosnia-Herzegovina sama-sama mengusung misi meraih kemenangan pertama ketika bertemu pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, AS, Jumat (19/6/2026) dini hari WIB. Setelah gagal meraih tiga poin pada pertandingan pembuka, duel ini berpotensi menjadi penentu arah perjalanan kedua tim menuju fase gugur.
Swiss datang dengan perasaan campur aduk. Tim asuhan Murat Yakin sebenarnya tampil dominan saat menghadapi Qatar pada laga pertama. Namun, keunggulan yang sudah di depan mata sirna akibat gol bunuh diri pada injury time yang memaksa mereka puas bermain imbang 1-1.
Hasil tersebut membuat Rossocrociati kehilangan kesempatan mengawali turnamen dengan kemenangan. Kini, Granit Xhaka dan kawan-kawan tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.
Kapten Swiss Granit Xhaka mengakui timnya belum menunjukkan performa terbaik saat menghadapi Qatar.
"Setiap hasil imbang terasa seperti kekalahan. Kami harus melihat diri kami sendiri. Penampilan kami tidak cukup baik untuk meraih kemenangan," kata Xhaka, dikutip dari ESPN, Kamis (18/6/2026).
Gelandang Denis Zakaria juga menilai Swiss harus lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
"Kami menciptakan begitu banyak peluang, tetapi juga menyia-nyiakan banyak kesempatan di depan gawang. Hari ini kami harus membayar mahal untuk itu," ujar Zakaria.
Skuad matang
Secara kualitas individu, Swiss masih menjadi salah satu tim paling berpengalaman di Grup B. Murat Yakin memiliki fondasi kuat yang dibangun oleh pemain-pemain yang telah lama menjadi tulang punggung tim nasional.
Di lini belakang terdapat Manuel Akanji dan Nico Elvedi yang menjadi benteng utama pertahanan. Sementara di sektor tengah, Granit Xhaka dan Denis Zakaria tetap menjadi motor permainan yang mengatur tempo sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Untuk urusan mencetak gol, Swiss masih berharap pada Breel Embolo yang didukung Dan Ndoye, Ruben Vargas, serta Zeki Amdouni. Kombinasi kecepatan dan kreativitas mereka diyakini mampu merepotkan pertahanan Bosnia.




