REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) bakal merevisi kriteria penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan penerima manfaat program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu adalah data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, pihaknya tengah fokus untuk melakukan peninjauan ulang atau refocusing penerima manfaat program MBG. Karena itu, pihaknya akan menggunakan berbagai data untuk menentukan penerima manfaat agar program itu benar-benar tepat sasaran, salah satunya DTSEN.
"Desil itu hanya salah satu indikator, ya. Jadi nanti tadi saya sudah mengatakan ada kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi yang tadi mungkin salah satu parameternya ada desil, kemudian akses terhadap pemenuhan gizi," kata dia saat konferensi pers di Kantor BGN, Kamis (18/6/2026).
Ia menyatakan, pihaknya masih terus mengolah berbagai data tersebut untuk menentukan kriteria penerima manfaat program MBG. Hal itu juga akan disesuaikan dengan anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat.
Lihat postingan ini di Instagram
Ihwal anggaran program MBG 2026, Arumsari mengaku belum bisa memastikannya. Ia mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menentukan anggaran program MBG.
"Karena anggaran yang ada itu nanti besok dan minggu depan masih akan kami bahas dengan Kementerian Keuangan juga. Jadi, semaksimal berapa yang bisa kita lakukan efisiensi dengan tentu memberikan indikator-indikator tadi, ya," ujar dia.




