REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) membantah laporan yang menyebut FIFA tengah menyiapkan pertandingan antara tim nasional U-15 Palestina dan Israel dalam sebuah festival sepak bola yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat pada September mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan PFA menyusul laporan media The Athletic yang menyebut FIFA sedang mengupayakan pertemuan kedua tim sebagai laga pembuka festival sepak bola usia muda. Ajang itu dikabarkan akan melibatkan seluruh 211 anggota FIFA dengan format pertandingan yang dimodifikasi, termasuk durasi lebih singkat, lapangan lebih kecil, dan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (18/6/2026), PFA menegaskan tidak pernah menerima komunikasi ataupun proposal resmi dari FIFA terkait rencana pertandingan tersebut.
Federasi Palestina juga menyebut informasi yang beredar tidak akurat. Bahkan jika usulan itu diajukan di kemudian hari, PFA menegaskan tidak akan menerima gagasan tersebut selama situasi yang melatarbelakanginya belum berubah.
"Di bawah situasi saat ini, PFA dengan tegas menolak setiap upaya untuk mempromosikan atau memaksakan pertandingan dengan kekuatan pendudukan yang secara sistematis menargetkan atlet Palestina dan infrastruktur olahraga Palestina," demikian pernyataan federasi tersebut.
PFA menilai partisipasi dalam kegiatan semacam itu berpotensi menjadi bentuk sportswashing di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza. Karena itu, federasi menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperjuangkan perlindungan atlet Palestina dan menuntut akuntabilitas atas berbagai pelanggaran yang mereka tuduhkan terjadi selama konflik.
Dalam keterangannya, PFA menyebut ribuan atlet Palestina terdampak perang yang berlangsung sejak Oktober 2023. Federasi itu juga menyebutka, lebih dari 1.000 atlet Palestina meninggal dunia dalam periode tersebut.
Sejumlah nama disebut sebagai korban, di antaranya mantan kapten tim nasional Palestina Sulaiman Al-Obaid dan atlet karate Palestina Nagham Abu Samra yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel.
PFA menegaskan akan terus mendorong FIFA dan komunitas olahraga internasional untuk mengambil langkah yang dianggap sesuai dengan statuta FIFA dan prinsip-prinsip Piagam Olimpiade.
"Kami memiliki prioritas yang jelas, yaitu keadilan, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap atlet Palestina. Kami akan terus menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap regulasi olahraga internasional," tulis federasi tersebut.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait bantahan yang disampaikan PFA maupun mengenai status rencana festival sepak bola U-15 yang dilaporkan akan digelar di Amerika Serikat tersebut.




