Kamis 18 Jun 2026 20:35 WIB

Kajian UBM: Story Telling Bangun Koneksi Sosial dan Kesejahteraan Psikologis

Story telling mempunyai manfaat bagi kesehatan mental.

The UBM Studium Generale Series: 026 bertajuk “Narratives That Heal: Storytelling, Communication, and Psychological Well-Being”
Foto: Dok Istimewa
The UBM Studium Generale Series: 026 bertajuk “Narratives That Heal: Storytelling, Communication, and Psychological Well-Being”

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -Story Telling semakin mendapat perhatian sebagai sarana yang mampu membangun koneksi sosial, memperkuat empati, dan mendukung kesejahteraan psikologis.

Hal ini di tengah meningkatnya fenomena kesepian, krisis perhatian, serta tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks di era digital,

Baca Juga

Berbagai kajian neurosains menunjukkan bahwa cerita tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga cara manusia memahami diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.

Menjawab fenomena tersebut, Universitas Bunda Mulia (UBM) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Psikologi, dan Program Studi Bahasa Inggris menyelenggarakan The UBM Studium Generale Series: 026 bertajuk “Narratives That Heal: Storytelling, Communication, and Psychological Well-Being” beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan lebih dari 200 peserta dan bekerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Acara ini menghadirkan Prof Gemma Anne Calvert, Professor of Consumer Neuroscience dari NTU, yang membahas bagaimana narasi dan storytelling berperan dalam membentuk pengalaman manusia serta mendukung kesehatan mental dari perspektif neurosains.

Dalam pemaparannya, Prof Gemma Anne Calvert menjelaskan storytelling merupakan salah satu bentuk ‘obat psikologis’ tertua yang dimiliki manusia.

Melalui cerita, kita dapat mengaktifkan berbagai area otak yang berkaitan dengan emosi, memori, imajinasi, dan pemahaman sosial, sehingga membangun empati dan menciptakan koneksi yang lebih mendalam antarmanusia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi