Kamis 18 Jun 2026 14:49 WIB

Universitas Terbuka Gelar PKM Internasional di Malaysia, Dorong Nasionalisme dan Literasi AI

UT memperluas kontribusi pendidikan Indonesia di tingkat internasional.

Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Sabah, Malaysia.
Foto: UT
Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Sabah, Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN - Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Sabah, Malaysia. Kegiatan yang mengangkat tema Strengthening National Identity, Character Education, and AI-Enhanced Digital Literacy ini merupakan bagian dari komitmen UT dalam memperluas kontribusi pendidikan Indonesia di tingkat internasional dan memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi di kawasan ASEAN.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Universitas Terbuka dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS), serta mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), dan Community Learning Center (CLC) Gugus Pantai Barat, Malaysia.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka, Anto Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan guru-guru dari CLC Gugus Pantai Barat, Malaysia. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka secara simbolis oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, Ucu Rahayu.

photo
Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Sabah, Malaysia. - (UT)

Kepala SIKK Sahyuddin, menegaskan peningkatan kesadaran dalam memanfaatkan teknologi digital secara cerdas merupakan kebutuhan yang sangat penting, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Menurutnya, kemampuan literasi digital yang didukung pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini bertajuk Nationalism and Love for the Homeland. Sesi ini mengangkat pentingnya penguatan identitas nasional, pendidikan karakter, serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan era digital.

Sesi tersebut menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, yaitu Dr. Yati, M.Pd selaku dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, serta Dr. Andayani, M.Ed selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru. Keduanya berbagi wawasan mengenai strategi menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat karakter kebangsaan melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Yati menjelaskan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air melalui pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, peserta didorong untuk memiliki kemampuan literasi digital yang kritis, etis, dan bertanggung jawab.

“Kita harus memiliki sikap adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Yati.

Dia menyampaikan salah satu cara agar pendidik dapat menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap siswa adalah dengan senantiasa menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi.  

Sementara itu, Andayani menekankan bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui sikap, perilaku, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa. Pembicara kedua juga memberikan beberapa contoh nyata bagaimana cara mengintegrasikan nilai kebangsaan dalam pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

photo
Penjelasan Proyek Literasi Kebangsaan oleh tim PKM, Rahma Dewi Hartati. - (UT)

Sebagai penutup, Rahma Dewi Hartati, selaku anggota tim PkM memaparkan tentang proyek literasi kebangsaan yang dapat dikerjakan oleh peserta melalui pembuatan Buku Mini Aku dan Bahasa Indonesia, video edukasi atau drama pendek kebangsaan.

Kegiatan daring diakhiri dengan penyampaian informasi mengenai program lanjutan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Erna Risnawati. Program tersebut akan dilaksanakan secara luring di Kota Kinabalu, Malaysia, pada Juli 2026 melalui kerja sama Universitas Terbuka dan Universiti Malaysia Sabah (UMS).

Melalui diskusi interaktif dan berbagi pengalaman lintas negara, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi digital secara positif. 

Melalui program PKM Internasional ini, Universitas Terbuka terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kolaborasi internasional yang berdampak bagi masyarakat di tingkat regional dan global.

Berita Lainnya

Rekomendasi