Selasa 16 Jun 2026 15:25 WIB

Pesawat Pengebom AS Jatuh Meledak, Kolonel Amerika: Ini Tragis, tak Mungkin Ada yang Selamat

Delapan orang dilaporkan tewas dalam insiden kecelakan di Pangkalan Udara di LA.

Pesawat pengebom AS B-52 jatuh di bandara Los Angeles, Senin (15/6/2026).
Foto: Tangkapan Layar
Pesawat pengebom AS B-52 jatuh di bandara Los Angeles, Senin (15/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Delapan awak pesawat tewas dalam kecelakaan pesawat pengebom B-52 tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, timur laut Los Angeles, pada Senin pagi.

Seperti dilansir CNN, ini adalah kecelakaan paling mematikan yang melibatkan pesawat pengebom B-52 sejak tahun 1982. Saat itu, sembilan awak pesawat tewas dalam pelatihan uji coba di Pangkalan Angkatan Udara Mather dekat Sacramento.

Baca Juga

Pejabat AS mengatakan, pesawat B-52 Stratofortress tengah dalam misi uji coba rutin dan lepas landas pukul 11:20 pagi waktu setempat di pangkalan udara terpencil tersebut.

“Ini tragis dan tidak mungkin selamat,” kata Kolonel James Hayes dalam konferensi pers.

Usai terjatuh, pesawat meninggalkan kepulan asap hitam yang menjulang tinggi. Tim penyelamat langsung ke lokasi untuk melihat kemungkinan apakah ada korban selamat. Nahasnya, awak pesawat dilaporkan tewas. 

"Tim sedang berupaya memberi tahu keluarga tentang kematian tersebut dalam beberapa jam ke depan," kata Kepala Sersan Mayor Joshua T. Skarloken.

Awak pesawat terdiri dari campuran pejabat militer, pegawai sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi