Kamis 11 Jun 2026 16:13 WIB

Menhub Lapor Presiden Update Perlintasan Sebidang dan Renovasi Stasiun Gambir

KRL Commuter Line nantinya akan berhenti di Stasiun Gambir.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.
Foto: Kemenhub
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melaporkan kepada Presiden RI terkait progres penutupan perlintasan sebidang yang sudah dilakukan di 172 lokasi dan 490 dalam proses. "Tadi kita update ke beliau bahwa kita buat progres cepat untuk perlintasan sebidang ini," kata Dudy menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Dia menjelaskan, sebanyak 172 perlintasan sebidang yang sudah ditutup dan 490 sedang dalam proses untuk ditutup, serta tersisa 1.148 yang akan ditutup. "Yang paling banyak Jakarta, Jabodetabek paling banyak. Ada 166 (palang perlintasan)," ujar Dudy.

Baca Juga

Dalam pertemuan itu, Dudy juga menyampaikan kepada RI 1 bahwa pemerintah akan melakukan renovasi Stasiun Gambir dalam dua tahun yang terintegrasi dengan KRL Commuter Line yang berstatus nasional. Saat ini, KRL tidak berhenti di Stasiun Gambir.

Selain itu, terdapat pula rencana memastikan Stasiun Manggarai menjadi hub kereta. Isu perlintasan sebidang sendiri menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir, mengingat bahaya yang masih mengintai karena potensi kecelakaan kereta api dengan kendaraan lain.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebelumnya menyampaikan berencana untuk menerapkan teknologi automatic train protection (ATP) pada jaringan kereta konvensional. Langkah itu untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Menurut data pemerintah, dari total 3.674 perlintasan sebidang yang terdata, sebanyak 1.810 di antaranya tidak dijaga. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan memiliki lebar jalan kurang dari dua meter, sedangkan 1.638 lainnya memiliki lebar jalan lebih dari dua meter.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi