Rabu 10 Jun 2026 17:57 WIB

Beredar Nama 20 Orang Terkait Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Terkejut, Tegaskan tak Kenal Sony

Ketua DPRD Jateng tegaskan tak terlibat sama sekali dengan perkara MBG.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025). Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Foto: Republika/Prayogi
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025). Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumanto, membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantahan itu disampaikan Sumanto setelah viralnya sejumlah unggahan di media sosial yang menyebut bahwa dia terkait dalam kasus tersebut.

"Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sonjaya," kata Sumanto dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga

Sumanto mengaku terkejut ketika jabatan yang kini diembannya ikut disebut atau terseret dalam kasus dugaan korupsi program MBG. Dia berpendapat, penyebutan jabatannya dalam berbagai unggahan media sosial maupun pesan berantai tidak berdasar pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumanto mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Sony Sonjaya. Oleh sebab itu dia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak yang namanya dicatut tanpa dasar.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi