Senin 08 Jun 2026 05:43 WIB

Mengapa Iran Kembali Hujani Israel dengan Rudal?

Serangan sebagai balasan atas serang Israel ke Beirut.

Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).
Foto: EPA/ABBAS SALMAN
Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).

TEHERAN – Iran memenuhi janjinya melakukan serangan balasan ke Israel jika Beirut diserang pasukan Zionis. Pada Senin dini hari, rudal-rudal Iran kembali menghujani wilayah Israel.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya meluncurkan rudal balistik di Pangkalan Udara Ramat David, sekitar 20 km dari kota Haifa di Israel utara. Dikatakan bahwa pangkalan udara Israel adalah “sumber agresi” yang dilancarkan terhadap Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Baca Juga

Mohsen Rezaee, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, mengomentari peluncuran rudal ke Israel. "Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan tidak akan mentolerir pelanggaran gencatan senjata dan agresi terhadap Lebanon. Malam ini, para agresor menerima tanggapan mereka," tulisnya di X. 

“Tanggapan ini merupakan peringatan untuk menghentikan kejahatan mereka; tindakan baru apa pun akan ditanggapi dengan respons yang lebih buruk dan harga yang lebih mahal.”

Kantor berita Iran mengutip pernyataan komandan markas tentara Iran di Khatam al-Anbiya. Pernyataan itu mengatakan bahwa, meskipun ada peringatan dari Iran sebelumnya, Israel melanggar “semua garis merah” dengan menargetkan pinggiran selatan Beirut dan meningkatkan serangannya di Lebanon selatan. 

“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di pinggiran kota Beirut menyebar, kami akan menyerang sasaran di wilayah pendudukan,” katanya. Ia menambahkan bahwa tentara Israel harus menghentikan serangannya terhadap Lebanon selatan dan daerah pinggiran kota. 

photo
Sebuah proyektil melintasi langit malam di atas kota Nablus, Tepi Barat, 7 Juni 2026. Iran kembali menyerang Israel setelah negara Zionis mengebom Beirut. - (EPA/Alaa Badarneh)

“Dan jika mereka memperluas serangannya terhadap wilayah tersebut atau menanggapi tindakan Iran, maka mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan serta serangan destruktif akan dimulai terhadap rezim dan para pendukungnya”.

Sebelum serangan balasan Iran, Israel melancarkan serangan udara ke Beirut. Mereka menargetkan sepeda motor di Jalan Zifta di distrik Nabatieh, menewaskan satu orang di Lebanon selatan. 

Pesawat-pesawat tempur juga melancarkan dua serangan dan menghancurkan sebuah rumah di lingkungan Ghamiqa di kota Duwair, sementara kota Nabatieh juga menjadi sasaran, Kantor Berita Nasional melaporkan. 

Sepeda motor lainnya diserang oleh drone di Jalan Wata-Abba antara kota Abba dan Duwair, menewaskan dua warga Suriah dan melukai lainnya. Sebuah drone Israel juga melakukan serangan udara di kota Kfour, katanya.

photo
Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA). - (EPA/ABBAS SALMAN)

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan berkelanjutan Israel terhadap negara tersebut telah menewaskan sedikitnya 3.613 orang dan melukai 11.072 lainnya antara 2 Maret dan 7 Juni. 

Israel menyerang pinggiran selatan Beirut tanpa peringatan pada hari Ahad, beberapa hari setelah perjanjian gencatan senjata di Washington berlaku meskipun ada permintaan AS untuk tidak menyerang ibu kota Lebanon. Iran, sekutu Hizbullah, telah memperingatkan serangan terhadap Beirut akan memperbaharui perang skala penuh di Timur Tengah.

Sementara Iran juga menjanjikan tak akan membiarkan serangan Israel ke selatan Beirut. IRGC mengancam akan meratakan utara Israel jika Beirut diserang.

Berita Lainnya

Rekomendasi