Jumat 05 Jun 2026 21:14 WIB

Disebut Mau Mundur, Menkeu Purbaya: Cuma Gosip Mau Guncang Pasar

Purbaya berseloroh mengaku tidak suka mundur.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski kantong negara tekor akibat belanja yang melonjak agresif, pemerintah mengklaim kondisi fiskal masih aman berkat setoran pajak yang tumbuh subur.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski kantong negara tekor akibat belanja yang melonjak agresif, pemerintah mengklaim kondisi fiskal masih aman berkat setoran pajak yang tumbuh subur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kursi Menteri Keuangan digoyang isu tak sedap. Di tengah sorotan tajam publik terhadap fluktuasi rupiah dan dinamika ekonomi nasional, berembus kabar burung yang menyebut sang Bendahara Negara, Purbaya Yudhi Sadewa, bakal menanggalkan jabatannya.

Namun, rumor liar yang sempat bikin pelaku pasar kasak-kusuk itu langsung ditepis keras oleh Menkeu. Purbaya memastikan dirinya tetap kokoh memimpin Kementerian Keuangan dan mengawal sisa masa baktinya.

Baca Juga

Sambil melempar senyum, Purbaya mengaku heran dengan asal-muasal spekulasi yang mendadak liar dalam beberapa hari terakhir tersebut.

“Saya enggak tahu gosip itu dari mana mulainya. Saya orangnya enggak suka mundur, saya sukanya maju,” ujar Purbaya dengan nada berseloroh dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Purbaya tidak menampik bahwa "dokumen" yang memicu spekulasi di ruang publik itu memang mencantumkan beberapa fakta rapat yang benar-benar ia hadiri. Namun, ia menyayangkan narasi yang beredar telah dipelintir dan dicampuradukkan dengan informasi keliru demi membangun persepsi negatif.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi