Jumat 05 Jun 2026 14:20 WIB

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Warga Diajak Rayakan dan Rancang Kota

Pembangunan Jakarta membutuhkan gagasan dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Pengunjung memadati area Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta saat gelaran Jakarta Fair 2025 di Jakarta, Sabtu (21/6/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung memadati area Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta saat gelaran Jakarta Fair 2025 di Jakarta, Sabtu (21/6/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, warga diajak terlibat langsung dalam memikirkan masa depan sekaligus merayakan perkembangan kota. Ruang partisipasi itu dihadirkan melalui Jakarta Future Festival (JFF) 2026 dan Jakarta Fair Kemayoran 2026.

JFF 2026 digelar gratis di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada 5–7 Juni 2026. Festival perencanaan kota tersebut mempertemukan warga, komunitas, akademisi, pelaku usaha, generasi muda, dan pemerintah untuk membahas berbagai tantangan Jakarta.

Baca Juga

Memasuki tahun ketiga, JFF mengusung tema “Navigating Resilience”. Pembahasannya mencakup perubahan iklim, pengelolaan sampah dan air, perumahan, energi terbarukan, hingga strategi membangun Jakarta yang lebih tangguh dan adaptif.

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, pembangunan Jakarta membutuhkan gagasan dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

“Jakarta Future Festival adalah festival perencanaan kota yang berupaya menghimpun energi dari berbagai unsur masyarakat. Kita bersama-sama mencurahkan ide dan gagasan untuk membangun Jakarta,” ujar Atika dalam konferensi pers di Ruang Pola Bappeda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Ikut Rumuskan Solusi Kota

JFF menghadirkan Jakarta Forecast dan Urban Talks untuk membahas proyeksi serta persoalan Jakarta. Ada pula Urban Policy Lab yang mempertemukan komunitas pemikir muda untuk merumuskan solusi atas berbagai isu perkotaan.

Pelajar dapat menyampaikan pandangan melalui Urban Debate, sedangkan anak-anak dikenalkan dengan persoalan kota lewat JFF for Kids. Festival ini juga menghadirkan sedikitnya 30 aktivasi komunitas, mulai dari kegiatan membaca bersama, olahraga, hingga latihan tari Betawi.

Diskusi juga diperkuat dengan kehadiran 18 profesor dari sejumlah universitas di Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris. Mereka akan bertukar pandangan dengan pakar lokal dalam Urban Knowledge Hub.

Atika memastikan seluruh masukan dan hasil diskusi akan didokumentasikan. Gagasan yang dihimpun nantinya dapat menjadi bahan dalam proses perencanaan pembangunan Jakarta.

“Seluruh acara terdokumentasi, termasuk masukan kebijakan yang nantinya bisa menjadi bagian dari perencanaan kota. Buku hasil JFF juga dapat diunduh gratis melalui situs resmi kami,” ungkapnya.

Gerakkan Ekonomi Warga

Setelah JFF, rangkaian perayaan HUT Jakarta dilanjutkan melalui Jakarta Fair Kemayoran. Pameran multiproduk tersebut akan berlangsung selama 32 hari pada 11 Juni–12 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jakarta Fair tahun ini diikuti sekitar 2.800 peserta dengan 1.800 stan. Sekitar 45 persen peserta merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Marketing JIExpo Ralph Scheunemann mengatakan, penyelenggaraan tahun ini ditargetkan menarik lebih dari enam juta pengunjung dengan nilai transaksi mendekati Rp8 triliun.

“Kami harapkan tahun ini pengunjungnya akan di atas enam juta dan mungkin transaksinya juga mendekati Rp8 triliun,” ujar Ralph.

Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi sekitar Rp7,3 triliun.

Selain menjadi ruang promosi produk dan UMKM, Jakarta Fair menghadirkan kuliner, wahana permainan keluarga, parade, pesta kembang api, serta konser musik selama penyelenggaraan.

Melalui JFF dan Jakarta Fair, warga mendapat dua ruang berbeda untuk terlibat dalam momentum HUT Jakarta. JFF membuka kesempatan menyampaikan gagasan bagi masa depan kota, sedangkan Jakarta Fair menjadi ruang perayaan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Berita Lainnya

Rekomendasi