REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek. Pasalnya, subsidi yang ditanggung Jakarta untuk memberikan transportasi umum ke wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) itu dinilai terlalu besar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan besaran subsidi untuk layanan Transjabodetabek pada tahun anggaran 2026 adalah sekitar Rp 401 miliar. Adapun subsidi yang dirasakan untuk setiap pelanggan yang naik bus Tranjakarta mencapai Rp 12 ribu.
"Subsidi Transjabodetabek tahun 2026 Rp 401.087.058.387 atau subsidi rata-rata perpelanggan Rp 12.258," kata Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dengan besaran angka itu, besaran subsidi untuk Transjabodetabek memakan sekitar 10 persen dari total subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta untuk Transjakarta. Pasalnya, anggaran subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta untuk Transjakarta pada tahun 2026 adalah sebesar Rp 4,1 triliun.
Dari data yang diberikan Dishub Provinsi DKI Jakarta, saat ini terdapat 18 rute Transjabodetabek yang beroperasi. Seluruh rute itu memiliki tarif Rp 3.500, sama seperti layanan Transjakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya bakal segera melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah rute Transjabodetabek. Salah satu rute yang tarifnya pasti akan disesuaikan adalah Transjabodetabek SH12 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta/Soetta).
"Untuk tarif TJ (Transjakarta) Blok M, Transjabodetabek ya, kalau itu bukan TJ, tapi Transjabodetabek, segera akan kami putuskan," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).




