Kamis 04 Jun 2026 14:29 WIB

Donald Trump Akui Marah ke Netanyahu dan Menyebut Perdana Menteri Israel Itu 'Gila'

Donald Trump mengaku tak setuju dengan langkah Israel di Lebanon.

presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
Foto: EPA/Allison Robbert
presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi laporan bahwa ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "gila" selama percakapan telepon tentang operasi militer Israel di Lebanon. Percakapan itu diwarnai debat panas

Berbicara di podcast 'Pod Force One' New York Post pada Rabu, Trump mengakui menggunakan bahasa yang disebut-sebut itu. 

Baca Juga

"Ya," kata Trump ketika ditanya apakah ia menyebut Netanyahu 'sangat gila.'

"Saya sedikit terganggu dengan terus-menerus berselisih dengannya tentang Lebanon. Pada suatu titik saya berkata, 'Kita harus menghentikan ini. Kita harus menghentikannya'," ujarnya menambahkan seperti dilansir RT.

Kendati begitu, Trump menyebut bahwa ia masih memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Israel tersebut.

Axios sebelumnya melaporkan pada awal pekan ini bahwa Trump dengan marah mendesak Netanyahu agar membatalkan serangan yang direncanakan di Beirut.

Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat membahayakan negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung dan gencatan senjata regional yang rapuh.

Bukan didesak Israel

Presiden AS  menolak klaim bahwa Netanyahu telah mendorongnya ke dalam konflik dengan Iran. Ia mengatakan bahwa siapa pun yang membuat tuduhan seperti itu adalah "musuh."

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement