REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi laporan bahwa ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "gila" selama percakapan telepon tentang operasi militer Israel di Lebanon. Percakapan itu diwarnai debat panas
Berbicara di podcast 'Pod Force One' New York Post pada Rabu, Trump mengakui menggunakan bahasa yang disebut-sebut itu.
"Ya," kata Trump ketika ditanya apakah ia menyebut Netanyahu 'sangat gila.'
"Saya sedikit terganggu dengan terus-menerus berselisih dengannya tentang Lebanon. Pada suatu titik saya berkata, 'Kita harus menghentikan ini. Kita harus menghentikannya'," ujarnya menambahkan seperti dilansir RT.
Kendati begitu, Trump menyebut bahwa ia masih memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Israel tersebut.
Axios sebelumnya melaporkan pada awal pekan ini bahwa Trump dengan marah mendesak Netanyahu agar membatalkan serangan yang direncanakan di Beirut.
Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat membahayakan negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung dan gencatan senjata regional yang rapuh.
Bukan didesak Israel
Presiden AS menolak klaim bahwa Netanyahu telah mendorongnya ke dalam konflik dengan Iran. Ia mengatakan bahwa siapa pun yang membuat tuduhan seperti itu adalah "musuh."
Lihat postingan ini di Instagram