REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Hal itu disampaikan saat kedua negara sedang saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata.
"Saya ingin bertemu dengannya, dan kami mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," kata Trump kepada dalam siniar "Pod Force One" New York Post, Rabu (3/6/2026).
Trump pun mengaku telah mendengar kabar bahwa Mojtaba Khamenei tidak dalam kondisi kesehatan yang baik. AS meyakini bahwa Mojtaba turut mengalami luka ketika Washington meluncurkan serangan ke Iran yang turut membunuh Ali Khamenei, ayah Mojtaba, pada 28 Februari 2026.
"Saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik. Jika Anda percaya cerita-cerita itu, dia kehilangan banyak bagian tubuh," kata Trump.
Diketahui serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 tak hanya mengakibatkan wafatnya Ali Khamenei tapi juga ibu, istri, hingga anak dari Mojtaba yang kemudian ditunjuk menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Terkait perundingan damai dengan AS, pada bulan lalu, Mojtaba menginstruksikan bahwa uranium diperkaya negaranya tidak akan dikirim ke luar negeri. Instruksi Mojtaba itu diungkapkan dua sumber dari kalangan pejabat senior Iran dikutip Reuters dilansir Independent, Kamis (21/5/2026).
"Instruksi Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam kepemimpinan, bahwa stok uranium diperkaya harus tidak keluar dari negara (Iran)," ujar salah satu pejabat senior Iran.
Para pejabat tinggi Iran, kata sumber itu, meyakini bahwa membawa keluar material uranium diperkaya ke luar negeri akan membuat Iran lebih rapuh dari serangan AS dan Israel. Menurut data IAEA, Iran saat memiliki 440 kilogram uranium dengan tingkat pemurniaan 60 persen saat AS dan Israel melanarkan serangan ke fasilitas nuklir pada Juni 2025.
View this post on InstagramBaca Juga
AdvertisementBerita TerkaitBerita LainnyaAdvertisementTerpopulerAdvertisementRekomendasi
Senin , 15 Jun 2026, 12:15 WIB![]()
Mengapa Puluhan Juta Siswa Ingin MBG Dilanjutkan?
Senin , 15 Jun 2026, 12:01 WIBRincian Kesepakatan Damai AS-Iran Bocor ke Media, Ini Poin-Poinnya
Senin , 15 Jun 2026, 11:12 WIBKlasemen Grup F Piala Dunia 2026: Swedia Pimpin Persaingan, Jepang dan Belanda Berbagi Poin
Senin , 15 Jun 2026, 11:01 WIBSwedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia, Isak dan Gyokeres Antar Blagult Menang 5-1
Senin , 15 Jun 2026, 10:48 WIBVan Dijk Balas Kritik Pundit Belanda Usai Oranje Ditahan Jepang 2-2
Advertisement




