REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Sebanyak 100 siswa dari keluarga kurang mampu diterima sebagai peserta didik baru SMA Dharma Wanita 1 Pare untuk tahun ajaran 2026/2027. Mereka akan memperoleh pendidikan berasrama dengan beasiswa penuh melalui program yang dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dan Putera Sampoerna Foundation.
Para siswa tersebut terpilih setelah mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang telah dibuka sejak Februari 2026. Tingginya minat masyarakat terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 299 siswa atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 261 pendaftar.
Program sekolah asrama dengan beasiswa penuh ini telah berjalan sejak 2023 dan ditujukan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan berkualitas. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan mengatakan semangat dan kesungguhan calon peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi.
“Salah satu aspek yang paling dilihat adalah semangat dan kesungguhan dari peserta untuk bersekolah di sekolah berasrama. Dan harapannya dapat berprestasi secara optimal di tengah keterbatasan yang dialami,” ujar Hanindhito dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).
Untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada siswa yang tepat sasaran, proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, home visit, hingga bootcamp.
Pembina Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti proses seleksi hingga tuntas.
“Saya bangga dengan kalian karena kalian memiliki semangat untuk bersekolah. Saya berpesan, ketika nanti sudah diterima, saya ingin kalian fokus pada kegiatan belajar dan pengembangan karakter yang dilaksanakan sekolah,” kata Muhsin.
Program tersebut diharapkan terus menjadi sarana pemerataan akses pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kediri.




