Senin 01 Jun 2026 12:05 WIB

Iran Buka Kembali Puluhan Pintu Akses ke Bunker Rudal Bawah Tanah yang Dibom AS-Israel

Iran membersihkan puing-puing di 50 pintu terowongan di 18 pangkalan bawah tanah.

Rudal Iran
Foto: Tasnim News
Rudal Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran telah membersihkan puing-puing di 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang berada di 18 pangkalan bawah tanah yang sebelumnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu menurut laporan CNN, Ahad (31/5/2026) merujuk pada analisis citra satelit.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa upaya pemulihan di fasilitas bawah tanah Iran berlangsung semakin cepat sejak gencatan senjata mulai diberlakukan. Citra satelit yang ditinjau CNN memperlihatkan aktivitas pembersihan di sejumlah lokasi yang terdampak serangan.

Baca Juga

Dalam beberapa hari serangan, AS dan Israel berupaya membatasi akses ke fasilitas bawah tanah Iran melalui serangan rudal. Menurut CNN, serangan itu menargetkan jalan-jalan menuju fasilitas tersebut serta menyebabkan runtuhnya sejumlah pintu masuk terowongan.

Sejak gencatan senjata berlaku, aktivitas pembersihan di pangkalan-pangkalan bawah tanah tersebut dilaporkan meningkat secara signifikan. Citra satelit menunjukkan Iran menggunakan peralatan sederhana, termasuk buldoser dan truk pengangkut, untuk membersihkan puing dan dampak serangan rudal.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap puluhan target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban di kalangan warga sipil. Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa hasil yang pasti. Setelah itu, Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan tersebut untuk memberikan waktu kepada Iran dalam menyusun proposal perdamaian.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti-OANA, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement