Jumat 29 May 2026 10:33 WIB

Hasil TKA Ungkap Nilai Matematika Siswa Masih Jeblok, Rata-Rata Cuma 40,34

Nilai matematika yang jeblok ini memberi sinyal perlunya penguatan kemampuan nalar.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah siswi SDN Supiturang 02 menunggu giliran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di luar ruang kelas madrasah, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Ujian yang diikuti 21 siswa di ruang madrasah dilaksanakan secara bergelombang karena keterbatasan perangkat dan jaringan internet setelah bangunan sekolah rusak akibat erupsi Gunung Semeru.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Sejumlah siswi SDN Supiturang 02 menunggu giliran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di luar ruang kelas madrasah, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Ujian yang diikuti 21 siswa di ruang madrasah dilaksanakan secara bergelombang karena keterbatasan perangkat dan jaringan internet setelah bangunan sekolah rusak akibat erupsi Gunung Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026 menunjukkan nilai matematika masih jeblok. 

Hasil TKA itu disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berdasarkan nilai rata-rata hasil nasional.

Baca Juga

"Untuk SD/MI sederajat, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41. Sementara pada jenjang SMP/MTS sederajat, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34," kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin dalam paparannya dikutip pada Jumat (29/5/2026).

Toni menyadari hasil TKA memberikan sinyal penting terkait penguatan kemampuan bernalar dan pemecahan masalah, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Tapi Toni menekankan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, maupun murid.

"Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Toni.

Toni menjelaskan pelaksanaan TKA tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional yang sangat tinggi dengan 98,12 persen murid berhasil mengikuti asesmen pada jadwal utama. TKA menghasilkan big data pendidikan skala nasional yang kaya, strategis serta terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, bahkan kategori kompetensi peserta didik.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi