REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mengumumkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang terkoordinasi bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah Afrika berisiko tinggi penyebaran virus Ebola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pemerintah Kanada pada Kamis (waktu setempat), ketiga negara Amerika Utara itu menyatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi warga negara serta jutaan pengunjung, penggemar sepak bola, atlet, dan wisatawan yang diperkirakan akan datang selama turnamen berlangsung.
"Kesehatan dan keselamatan setiap orang di wilayah ini tetap menjadi prioritas utama kami saat kami menyambut dunia ke Amerika Utara," demikian bunyi pernyataan trilateral tersebut pada Kamis (28/5/2026).
Selain melindungi kesehatan publik, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga kelancaran perjalanan dan perdagangan lintas batas di kawasan Amerika Utara.
Sebagai bagian dari kebijakan itu, Kanada memberlakukan larangan masuk selama 90 hari bagi penduduk yang berasal dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Kebijakan yang mulai berlaku sejak Rabu itu juga mewajibkan pelaku perjalanan dari negara-negara tersebut menjalani karantina selama 21 hari.
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026. Turnamen ini diperkirakan menjadi salah satu ajang olahraga terbesar di dunia dengan kehadiran jutaan penonton dari berbagai negara.




