Senin 25 May 2026 14:53 WIB

Penipuan Jual-Beli Titik SPPG Semakin Marak, Kasus Paling Signifikan di Jabar

Polda Jawa Barat menangani kasus dengan total kerugian para korban Rp1,9 miliar.

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengantarkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). (ilustrasi)
Foto: Edwin Putranto/Republika
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengantarkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri guna menindaklanjuti maraknya kasus dugaan penipuan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (Purn) Sony Sanjaya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026), mengatakan bahwa koordinasi ini dilakukan menyusul banyaknya kasus penipuan jual-beli titik SPPG di daerah-daerah.

“Semakin hari banyak informasi yang saya dapatkan tentang korban-korban oknum tersebut. Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri yang juga di dalamnya banyak berkomunikasi dengan polres jajaran,” ucapnya.

Baca Juga

Sony mengungkapkan salah satu kasus yang cukup signifikan adalah yang dilaporkan di Polda Jawa Barat dengan total kerugian para korban mencapai Rp1,9 miliar. “Itu korbannya 21 orang. Jadi, rata-rata per orang kerugiannya Rp100 juta,” katanya.

Dengan adanya koordinasi ini, ia berharap jajaran kepolisian di daerah dapat membantu mengungkap oknum-oknum yang memanfaatkan dan mencoreng program MBG.

“Program ini harus kita jaga. Program ini program mulia. Jangan sampai pelaksanaannya di bawah banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi