Senin 25 May 2026 12:32 WIB

Ini Dugaan Awal Penyebab Blackout Aliran Listrik Sumatera Menurut Bareskrim Polri

Bareskrim Polri dan perwakilan PT PLN telah melaksanakan investigasi pada Ahad.

Pedagang melayani pembeli dengan penerangan senter saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Sumatera dipicu gangguan pada sistem transmisi interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat, Sumatera Selatan, yang berdasarkan investigasi awal dipengaruhi sambaran petir dan gangguan jaringan akibat penebangan pohon sehingga memicu ketidakseimbangan sistem kelistrikan dan berdampak pada pasokan listrik di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Bagian Utara hingga Aceh.
Foto: ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Pedagang melayani pembeli dengan penerangan senter saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Sumatera dipicu gangguan pada sistem transmisi interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat, Sumatera Selatan, yang berdasarkan investigasi awal dipengaruhi sambaran petir dan gangguan jaringan akibat penebangan pohon sehingga memicu ketidakseimbangan sistem kelistrikan dan berdampak pada pasokan listrik di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Bagian Utara hingga Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemadaman listrik massal atau blackout terjadi di wilayah Sumatera beberapa hari terakhir. Bareskrim Polri memastikan tidak ada sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal ini. 

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan perwakilan PT PLN telah melaksanakan investigasi pada Ahad (24/5/2026). Investigasi dilaksanakan pada tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Hal itu berdasarkan hasil identifikasi awal bahwa pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 18.44 WIB, telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di wilayah Jambi. Ia mengungkapkan bahwa pada lokasi investigasi, tim gabungan menemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ucapnya.

Dugaan tersebut, ujar dia, diperkuat oleh keterangan masyarakat di sekitar lokasi kejadian yang menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan lalu terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi.

photo
Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-69 membaca peta bintang Star Chart saat praktek navigasi astronomi bestek tiga bintang dalam rangka latihan praktek Kartika Jala Krida (KJK) 2022 di Perairan Sulawesi, Sulawesi Utara, Rabu (10/8/2022). Praktek navigasi astronomi tersebut bertujuan agar taruna memiliki kemampuan dasar pelaut dalam menentukan posisi kapal dalam keadaan darurat (blackout). - (ANTARA/Nova Wahyudi)

 

Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan PT PLN dan diperoleh informasi bahwa sebelum terjadinya gangguan pada tanggal 22 Mei 2026 pada pukul 18.30 WIB, kondisi sistem kelistrikan Sumatera berada dalam keadaan normal dan terintegrasi. Diketahui pula, bahwa terdapat aliran daya yang signifikan menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi yaitu jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai.

Maka, apabila terjadi gangguan, akan berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar dan memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera. Oleh karena itu, Nunung mengatakan bahwa dugaan sementara penyebab blackout mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan, bukan karena adanya sabotase.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk kepentingan lebih lanjut, bagian kabel transmisi yang terputus saat ini dalam penanganan Puslabfor Polri untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan.

“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” ucapnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi