Sabtu 23 May 2026 16:41 WIB

Rafale Hingga Falcon 8X: TNI AU Bangun Kekuatan Modern, Terintegrasi, dan Berkelanjutan

Menurut co-founder ISDS, perhatian Presiden Prabowo kepada TNI AU sangat luar biasa.

Sejumlah alutsista strategis TNI AU, terdiri jet tempur, pesawat angkut, dan pesawat VVIP, serta radar dan rudal dipamerkan saat acara serah terima alutsista yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menina Sjafrie Sjamsoeddin, dan KSAU Marsekal Mohammad Tonny Harjono di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah alutsista strategis TNI AU, terdiri jet tempur, pesawat angkut, dan pesawat VVIP, serta radar dan rudal dipamerkan saat acara serah terima alutsista yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menina Sjafrie Sjamsoeddin, dan KSAU Marsekal Mohammad Tonny Harjono di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra/Wartawan Republika

Langkah tegap Presiden RI Prabowo Subianto mengiringinya menuju jet MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) Rafale nomor 04 yang terparkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2025) sekitar pukul 09.55 WIB. Dengan mengunakan kedua tangan, RI 1 menarik tirai merah putih untuk menampilkan logo Skadron Udara (Skadud) 12 Lanud Roesmin Nurjadin.

Baca Juga

Prosesi acara sebenarnya berlanjut dengan tradisi memandikan air kembang ke moncong jet tempur produksi Dassault Aviation asal Perancis ini. Namun sebelum itu, Prabowo menyalami Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono lebih dulu.

Pantauan Republika di lokasi, Prabowo sempat menunjuk ke arah logo Skadud 12 Panther Hitam, hingga membuat Marsekal Tonny memberi penjelasan singkat. Berikutnya, Panglima Tertinggi TNI ini mengambil gayung untuk menyiram dua kali bagian moncong Rafale.

Seremoni berikutnya, Prabowo menyerahkan simbol kunci jet tempur Rafale, pesawat Falcon 8X, pesawat Airbus A400M, dan radar GCI GM403, sebagai tanda serah terima kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Selanjutnya, kunci itu diteruskan kepada KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.

Kemudian, Prabowo melihat-lihat dua jenis misil yang bisa 'digendong' Rafale, yaitu rudal Meteor dan senjata pintar Hammer yang ikut dijejer di samping jet generasi 4,5 ini. Menhan periode 2019-2024 ini pun mendapatkan penjelasan dari pilot TNI AU maupun KSAU selama melihat dari dekat senjata rahasia Rafale tersebut.

Rangkaian seremoni ditutup dengan Prabowo menaiki tangga untuk menuju kokpit jet Rafale dengan nomor 18. Disambut Komandan Skadud 12 Lanud Roesmin Nurjadin Letkol (Pnb) Binggi Nobel, Prabowo pun mendapatkan penjelasan singkat tentang keunggulan jet tempur paling modern milik TNI AU ini.

"Saudara-saudara sekalian, tadi baru saja kita menerima secara resmi penambahan alutsista untuk Angkatan Udara," kata Prabowo kepada awak media usai melakukan peninjauan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) baru TNI AU itu.

Kehadiran berbagai platform pertahanan udara menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan TNI AU yang terintegrasi. Jet Rafale akan memperkuat kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat TNI AU melalui dukungan rudal jarak jauh Meteor dan Hammer. Dua senjata yang ikut dipamerkan ini, sebagai pesan kuat pengadaan alutsista dilakukan secara holistik dan sesuai kebutuhan.

Sementara, pesawat Falcon 8X akan mendukung mobilitas strategis, misi komando, dan pengawasan. Adapun pesawat Airbus A400M menjadi elemen penting dalam memperkuat kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara. Kehadiran pesawat ini sangat mendukung pimpinan TNI jika harus menghadiri agenda mendadak di dalam, bahkan luar negeri.

Di sisi lain, radar GCI GM403 berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap ancaman udara yang masuk wilayah NKRI. Radar tersebut turut membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang melanggar kedaulatan wilayah udara Indonesia, khususnya pesawat asing.

Menurut Prabowo, penambahan alutsista merupakan bagian dari program modernisasi alutsista TNI yang dirintis sejak ia menjabat Menhan periode 2019-2024. Dia menyampaikan, penambahan alutsista tersebut merupakan salah satu tonggak penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional.

Prabowo menyatakan, Indonesia harus terus meningkatkan kekuatan pertahanan sebagai penangkal terhadap berbagai potensi ancaman. "Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," katanya.

Selain itu, Prabowo menganggap langkahnya mendatangkan alutsista tepat, di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian. Karena itu, ia menilai, pertahanan menjadi syarat utama untuk menjaga stabilitas dan menjamin kedaulatan bangsa.

"Tapi, kita lihat kondisi geopolitik dunia penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat," ucap Prabowo.

Ke depan, ia menegaskan, pemerintah terus membangun dan memperkuat kemampuan pertahanan trimatra TNI demi menjaga keamanan seluruh wilayah NKRI. "Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," ujar Prabowo.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, komitmen Kementerian Pertahanan RI dalam memperkuat TNI AU. Menurut dia, penyerahan jet Rafale, pesawat Falcon 8X, Airbus A400M, hingga radar GCI membuktikan niatan negara untuk membangun kekuatan pertahanan modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Kehadiran pesawat tempur Rafale bagi TNI Angkatan Udara merupakan langkah strategis dalam memperkuat postur pertahanan udara nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, modernisasi alutsista tidak hanya dimaknai sebagai pengadaan kekuatan tempur, tetapi bagian dari upaya menjaga kedaulatan, meningkatkan daya angkal, serta memastikan kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang," kata Sjafrie.

Perkuat pertahanan RI

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh memberi jempol langkah Presiden Prabowo menyerahkan sejumlah alutsista baru untuk TNI AU. Bagi dia, penambahan alutsista tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

"Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini,” kata Oleh kepada wartawan.

Dia mengakui, penguatan alutsista modern bisa berdampak signifikan bagi kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara, baik di wilayah udara, laut, maupun darat. "Indonesia akan memiliki kemampuan yang semakin kuat untuk menjaga pertahanan udara, laut, dan darat. Ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman,” kata Oleh.

Dia berharap, modernisasi alutsista yang dilakukan pemerintah dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah kedaulatan, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah percaturan global. Merujuk sejumlah konflik, khususnya di kawasan Teluk dan Rusia versus Ukraina, menurut Soleh, hal itu menjadi pelajaran penting bagi setiap negara untuk memiliki sistem pertahanan yang kuat.

"Perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika, Israel, dan Iran, menyadarkan kita semua bahwa pertahanan sebuah bangsa sangat penting dan sangat menentukan kedaulatan negara. Bangsa yang pertahanannya lemah akan sangat rawan terhadap ancaman maupun serangan dari pihak lain," kata Soleh.

Berita Lainnya

Rekomendasi