REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencatat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai) telah mencapai 92,67 persen pada pekan pertama Mei 2026. Sejak awal proyek itu, tercatat sudah lebih dari 6 juta jam kerja berjalan.
Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B Ramdani Akbar mengatakan, sejak dimulainya pembangunan LRT Jakarta Fase 1B ini, sudah mencatatkan 6.405.252 total jam kerja dengan 1.160 pekerja yang terserap. Selama itu, tidak pernah terjadi kecelakaan kerja atau zero accident.
“Keselamatan bukan hanya bagian dari prosedur proyek, tetapi menjadi budaya kerja yang terus kami bangun bersama seluruh mitra dan pekerja di lapangan. Kami ingin memastikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan produktif, aman, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga,” kata dia melalui keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, Jakpro bersama kontraktor pelaksana proyek LRT Jakarta Fase 1B terus memperkuat komitmen dalam mengedepankan aspek keamanan, keselamatan kerja, serta kenyamanan masyarakat di sekitar area pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar keselamatan konstruksi dan berada di bawah dua payung standar keselamatan sekaligus, yaitu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 dan standar internasional ISO 45001:2018.
Ia menilai, pembangunan transportasi publik modern harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pekerja dan masyarakat sekitar. Karena itu, standar keselamatan konstruksi harus benar-benar diimplementasikan.
Ramdani mengungkapkan, konstruksi LRT Jakarta fase 1B berlangsung di kawasan padat lalu lintas dan area kerja yang cukup sempit. Karena itu, perlindungan warga sekitar mendapat porsi perhatian yang sama besarnya dengan keselamatan pekerja.
Diketahui progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B sudah mencapai 92,67 persen per minggu pertama Mei 2026. Ditargetkan, pembangunan itu akan rampung dan beroperasi pada Agustus 2026.




