REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh tentara penjajah Israel (IDF) telah dibebaskan pada Kamis (21/5/2026). Para relawan, termasuk dua jurnalis Republika, telah berada di Turki setelah diterbangkan dari wilayah Palestina yang diduduki, Negev.
Konsul Jenderal (Konjen) RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengatakan sembilan WNI yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Frotilla (GSF) 2.0 telah berada di Turki. Ia memastikan, seluruh WNI yang sempat diculik tentara Israel itu dalam kondisi sehat.
"Kami Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Frotilla) telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," kata dia dalam keterangan videonya yang diunggah akun Instagram resmi Menteri Luar Negeri RI @menluri, Kamis malam.
Ia mengungkapkan, para WNI itu sempat ditahan selama empat hingga lima hari oleh tentara penjajah Israel. Selama masa penahanan itu, para WNI disebut mengalami sejumlah penyiksaan.
"Walaupun mereka selama 3-4 hari mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," kata Darianto.
Ia memastikan, pihaknya akan segera memulangkan para WNI itu ke tanah air. Proses pemulangan itu akan dilakukan secepatnya.
"Kami akan mengusahakan kepulangan saudara-saudara kita ke tanah air dalam kesempatan pertama," ujar dia.
View this post on Instagram




