Kamis 21 May 2026 19:38 WIB

Pengakuan Anak Ahmad Bahar saat Diinterogasi di Markas GRIB Jaya: Hercules Tembakkan Pistol Dua Kali

Perseteruan penulis Ahmad Bahar dengan Hercules Rosario Marshal memasuki babak baru.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Anak Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (kiri), Ahmad Bahar (tengah, dan Ketua LBH AP PP Muhammadiyah Gufroni (kanan), saat memberikan keterangan di Komnas HAM, Kamis (21/5/2026).
Foto: Dok Republika
Anak Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (kiri), Ahmad Bahar (tengah, dan Ketua LBH AP PP Muhammadiyah Gufroni (kanan), saat memberikan keterangan di Komnas HAM, Kamis (21/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perseteruan penulis Ahmad Bahar dengan Ketua Umum organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal memasuki babak baru. Setelah adanya kesepakatan damai, pihak Bahar menyatakan bakal melaporkan pimpinan ormas itu dinilai melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap putrinya, Ilma Sani Fitriana.

Ilma mengaku dibawa oleh sejumlah orang anggota ormas GRIB Jaya pada Ahad (17/5/2026). Ketika itu, ia dituduh mengancam Hercules beserta istri dan orang terdekatnnya melalui pesan WhatsApp. Orang-orang itu juga mencari ayahnya yang kerap membuat konten mengomentari berita terkini di Tiktok, termasuk soal perselisihan Hercules dan Amien Rais.

Baca Juga

"Pada saat dibawa itu, sebelum dibawa juga saya sudah bilang saya tidak mau ikut. Ya karena kan yang dicari Bapak, walaupun memang akun saya juga yang terbawa, tapi mereka tetap memaksa saya untuk ikut," kata dia di Kantor Komnas HAM, Kamis (21/5/2026).

Setelah lama terjadi perdebatan, perempuan berusia 33 tahun itu akhirnya menurut untuk ikut. Pasalnya, orang-orang itu mengancam akan lebih banyak orang yang datang ke rumahnya apabila tidak menurut. Ia juga diancam akan dibawa paksa apabila tetap menolak. Momen itu disebut disaksikan oleh ketua RW dan aparat setempat.

"Ya sudah kan, mau tidak mau saya akhirnya terpaksa ikut mereka ke kantor GRIB," kata Ilma.

Sore itu, ia dibawa langsung ke markas GRIB Jaya di wilayah Jakarta Barat. Di tempat itu, ia dimimta menunggu kedatangan Hercules.

Setelah beberapa saat, Hercules akhirnya muncul juga. Ketika itu, pimpinan ormas tersebut langsung menanyakan alasan mengirimkan pesan ancaman kepadanya dan istrinya.

Ilma mengaku sudah menjelaskan bahwa ponselnya itu diretas. Ia juga mengaku tidak memiliki masalah dengan Hercules dan istrinya, termasuk ormas yang dipimpinnya itu. "Saya bilang, 'Maaf Pak, bukan saya'," tapi beliau tetap tidak percaya," kata Ilma.

photo
Hercules di salah satu hotel di Madinah. - (Abdullah Sammy/Republika)

Dalam momen itu, ia mengaku terus diancam oleh Hercules. Hercules juga disebut mengeluarkan banyak kata-kata yang tidak pantas di tengah banyak laki-laki yang mengelilinginya.

"Saya mau jawab juga sudah tidak bisa, kalau memang itu bukan saya yang mengirim ancaman-ancaman itu," ujar perempuan itu dengan suara bergetar.

Menurut dia, Hercules juga sempat menyuruhnya mencopot jilbab karena dianggap melakukan pengancaman terhadap istrinya. Bahkan, Hercules menyebut akan menelanjangi ayahnya dan menyuruhnya merekam aksi itu jika yang bersangkutan ada di hadapannya.

"Kamu nih ya kalau misalnya Bapak kamu ada di sini sudah saya telanjangin Bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan, cepat telepon Bapak kamu, minta dijemput sekarang sama Bapak kamu. Kalau Bapak kamu tidak datang sekarang kamu tidak akan bisa pulang dari sini," kata dia menirukan perkataan Hercules.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement